Warga desa Sepi kecamatan Elar Selatan melaporkan dugaan penyelewengan dana desa ke Kejaksaan Negeri Manggarai, Senin (17/2)

FLORESA.CO – Warga desa Sepi kecamatan Elar Selatan kabupaten Manggarai Timur kembali mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Manggarai di Ruteng, Senin (17/2). Mereka melaporkan kepala desa karena diduga melakukan penyelewengan dana desa mulai tahun 2015 hingga 2019.

Delfasius Dasu, salah satu warga yang datang melapor ke Kejaksaan, mengataka pengelolaan dana desa di desa Sepi tidak transapran. Sejumlah proyek fisik yang dikerjakan tidak diselesaikan dengan tuntas atau 100%.

“Tidak mencapai 100% itu sejak tahun 2015 sampai 2019. Makanya kami lapor ini kepala desa,” ujar pria yang disapa Dedi itu.

Salah satu proyek fisik dari dana desa yang tidak dikerjakan tuntas atau 100%, kata Dedi, adalah proyek air bersih pada tahun anggaran 2015. Masyarakat, menurutnya, tidak mengetaui nilai anggaran proyek tersebut karena tidak ada papan informasi. Sosialisasi kepada warga pun, menurut dia, tidak dilakukan sama sekali.

” Biasanya ada Musdes[musyawarah desa], tapi itu tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Selain proyek air minum, proyek lainnya yang menurut dia juga bermasalah adalah proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) dan lapangan bola kaki di Deruk. Keduanya adalah proyek tahun 2017 yang juga tidak dikerjakan dengan tuntas.

Sebelumnya, pada Desember 2019 lalu, warga desa Sepi ini sudah pernah mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Manggarai. Saat itu, mereka datang melaporkan dugaan penyimpangan dalam proyek MCK, air minum, ruang tunggu Polindes, TPT di kantor desa, lapangan bola, dan pembukaan jalan baru yang pengerjaannya tidak tuntas.

Pengaduan mereka saat itu hingga kini belum ditindaklanjuti pihak Kejaksaan karena datanya kurang lengkap.

“Hari ini kami datang untuk melengkapi data-data kemarin itu,” ujar Dedi.

Ketika ditanya potensi jumlah kerugiaan negara dari dugaan penyimpangan dana desa itu, Dedi mengatakan tidak bisa mengetahuinya karena informasi terkait dana desa dan anggaran setiap proyek, menurut dia, tidak transparan.

“Kami tidak tau pagunya karena proyek tersebut tidak sosialisasi dan tidak adannya papan tender proyek desa tersebut,” ujarnya.

Pemerintah Desa Sepi belum berhasil dikonfirmasi terkait laporan ini. Floresa.co mencoba menghubungi kepala desa Sepi Bernadus Ganggu melalui nomor telepon selulernya, tetapi nomor yang dituju tidak aktif.

Engkos Pahing/Floresa