Lonto Leok warga Poco yang berlangsung di gendang Wase, desa Poco, untuk menolak rencana pembangunan TPA baru di Roga.

FLORESA.CO – Warga desa Poco kecamatan Wae Ri’i, kabupaten Manggarai, NTT menolak rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Roga. TPA ini merupakan pengganti TPA Ncolang yang juga berada di desa Poco.

Penolakan warga desa Poco tersebut disampaikan melalui musyawarah yang dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan yang berlangsung di rumah gendang Wase, desa Poco, Minggu (16/2/2020). Berbagai kalangan yg hadir tersebut adalah tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan unsur pemuda yaitu organisasi muda-mudi Katolik Paroki Poco.

Ratusan warga desa Poco tersebut menolak keras rencana pembangunan TPA di Roga desa Poco sebagai pengganti TPA Ncolang, masih di desa Poco, karena kehadiran TPA di wilayah tersebut telah membawa penderitaan bagi warga setempat berupa pencemaran lingkungan seperti asap hasil pembakaran sampah, bauh yang tak sedap bahkan adanya kasus diare.

Musyawarah yang dipimpin Adelti Gunda Baya dan Yoseph Syukur Umbal bersepakat untuk menolak rencana Pemkab Manggarai yang sedianya akan dilaksanakan pada tahun 2020 ini.

Lokasi yang bakal digunakan untuk pembangunan TPA yang baru terletak di Roga,  sekitar 2 Kilometer  ke arah barat TPA Ncolang.

Menurut warga Poco, kehadiran TPA Ncolang telah membawa penderitaan bagi mereka karena adanya pencemaran lingkungan seperti asap hasil pembakaran sampah, bau busuk dan menyebabkan penyakit diare.

“Sudah sekian tahun kita mengalami penderitaan karena lingkungan udara kita tercemar. Ini akan mengancam kita, khususnya anak-anak kita. Ini sangat berbahaya,” tegas Adelti Gunda Baya kepada warga yang hadir.

Hal senada juga disampaikan oleh pemimpin musyawarah lain, Yoseph Syukur Umbal.

Adelti Gunda Baya juga menyampaikan, berdasarkan kesepakan dengan pihak Pemkab Manggarai beberapa waktu lalu ketika berdialog terkait persoalan TPA Ncolang, masyarakat di Poco akan mendapat pemeriksaan secara berkala yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai. Namun, kata perempuan yang selalu tampil membicarakan persoalan TPA di Ncolang tsb, janji sesuai kesepakatan tersebut tidak direalisasikan.

Selain karena  ancaman pencemaran lingkungan, penolakan warga atas rencana pembangunan TPA di Roga juga karena wilayah Roga akan dijadikan calon pemukiman warga Poco. “Roga adalah wilayah yang akan dijadikan lokasi pemukiman baru bagi warga Poco. Tidak butuh waktu lama lagi sejumlah warga Poco akan berpindah ke Roga,” ungkap seorang warga yang hadir.

Untuk diketahui, pada tahun 2020 ini, Pemkab Manggarai telah mengalokasikan dana sebanyak Rp 5 Miliar untuk pengadaan tanah dan Pembangunan fasilitas TPA. Rencananya, Pemkab Manggara akan membebaskan lahan seluas 5 Hektar milik sejumlah warga Poco yang terletak di Roga.

Pada tahun 2019 lalu, warga desa Poco melakukan berbagai aksi seperti penutupan akses masuk ke TPA Ncolang dan juga mendatangi kantor bupati Manggara untuk melakukan aksi protes terhadap penanganan sampah di TPA tersebut.

Aksi warga Poco tersebut dilakukan karena sampah tidak diolah, karena mesin pengelolaan sampah tidak berfungsi, sehingga setiap hari puluhan ton sampah dibakar. Asap yang disertai bau tak sedap dihirup warga sekitar lokasi TPA. (aka)