Foto: Ilustrasi

FLORESA.CO – Orang tua murid mempertanyakan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang tak kunjung dicairkan di SDN Tetes Tanah, desa Golowuas kecamtan Elar Selatan kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Padahal, pada Agstutus 2019 lalu, pihak sekolah sudah meminta orang tua murid untuk mengumpulkan buku rekening untuk pencairan dana tersebut.

Karolus Sadu, salah satu orang tua murid menceritakan pada Agustus 2019 lalu kepala sekolah SDN Tetes, Silvianus Umat meminta orang tua murid di sekolah tersebut agar mengumpulkan buku rekening untuk keperluan pencairan dana tersebut

“Pak Sil meminta kami untuk mengumpulkan buku rekening PIP. Katanya untuk pencairan dana PIP,” ujarnya kepada Floresa.co, Jumat (14/2).

Namun, hingga kini dana tersebut belum juga masuk ke rekening mereka. Karous khawatir dana tersebut sudah disalahgunakan.

Kepala Sekolah SDN Tetes Tanah, Silvianus Umat mengakui dana PIP memang belum bisa dicairkan karena ada kesalahan dalam memasukan data siswa.

“Karena pada saat diusulkan ada data-data dari siswa yang tidak sesuai dengan data yang tertera di Dapodik [data pokok Pendidikan] sehingga harus diperbaiki,” ujar Silvianus kepada Floresa.co, Sabtu (15/2).

Bahkan menurut Silvianus tak hanya dana PIP 2019, dana PIP 2018 juga belum dicairkan. Menurutnya dana PIP tersebut rencananya baru akan dicairkan pada Maret 2020 ini.

“Sekitar bulan Maret semuanya pasti sudah dicairkan,” jelas Silvianus.

Orang tua murid yang ditemui Floresa.co juga megeluhkan potongan untuk keperluan transportasi pencairan ke bank. Silvianus mengatakan jumlah potongan itu sudah disepakati bersama.

“Besaran biaya yang dipotong itu Rp 75 ribu/siswa dan itu sudah disepakati dengan orang tua murid berdasarkan pertimbangan jarak biaya transportasi dan biaya kelengkapan dokumen,” jelas Silvianus.

Gabrin Anggur/Floresa.co