Material proyek lapen sudah ada di lokasi sejak Agustus 2019 (foto: Gabrin Anggur/Floresa)

Floresa.co –  Pengerjaan proyek Lapis Penetrasi Macadam (Lapen) di dusun Watu desa Golowuas kecamatan Elar Selatan kabupaten Manggarai Timur mangkrak aliast terbengkalai. Proyek yang anggarannya dari Dana Desa ini sudah dianggarkan pada 2019 lalu. Material proyek pun sudah dimobilisasi ke lokasi pada Agustus 2019 lalu. Tetapi, proyeknya tak kunjung dikerjakan.

Oktavianus Dolis, warga kampung Watu mengatakan hingga kini proyek tersebut belum ada kejelasan terkait kapan akan dilanjutkan. Mestinya, bila mengikuti jadwal, proyek tersebut sudah selesai dikerjkan pada tahun 2019 lalu.

“Saya tidak tahu kapan proyek ini dilanjutkan sementara materialnya sudah berada di lokasi,” ujarnya kepada Floresa.co, Kamis (13/2).

Oktavianus mengaku kecewa dengan pemerintah desa yang tidak menuntaskan proyek ini.

“Kami sangat kecewa dengan kepala desa  yang tidak serius dalam mengelola dana desa. Masa proyek lapen ini tidak jelas pengerjaanya. Kemana dana desa yang sudah dianggarkan untuk proyek ini,” ujarnya.

Oktavianus berharap pemerintah Manggarai Timur khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

Kepala Dinas PMD Yoseph Durahi  ketika dihubungi Floresa.co Kamis,13 Februari 2020 mengatakan instansinya  telah mengirimkan surat himbauan ke seluruh kepala desa yang belum menuntaskan seluruh proyek desa pada tahun 2019.

“Kami telah mengirimkan surat himbauan ke semua kepala desa  melalui camat  agar tidak melanjutkan pengerjaan proyek desa pada tahun 2019 yang belum terselesaikan,” ujarnya.

Terkait Dana desa yang dianggarkan untuk proyek desa yang belum tuntas dikerjakan, Durahi menjelaskan bahwa para kepala desa harus mengembalikan seluruh dana tersebut ke desa dan dijadikan pendapatan desa di tahun yang akan datang.

Ia menambahkan untuk proyek yang tidak dilanjutkan butuh musyawarah bersama masyarakat desa saat Musrenbangdes terkait kelanjutan proyek tersebut.

“Karena tidak dilanjutkan pengerjaanya maka semua dana tersebut harus dikembalikan ke rekening desa,” ujarnya.

Pihak pemerintah desa Golowuas belum bisa dikonfirmasi.Floresa.co terkait persoalan ini. Beberapa kali dihubungi melalui nomor handpohone tetapi tak ditanggapi.

Gabrin Anggur/Floresa.co