Christian Rotok (Foto: Pulaubunga.com)

Floresa.co – Bupati Manggarai dua periode (2005-2010; 2010-2015), Christian Rotok mengatakan, untuk menangkap peluang pariwisata yang luar biasa perkembangannya di Labuan Bajo, Manggarai Barat, maka Kabupaten Manggarai membutuhkan pemimpin yang cerdas, bukan pemimpin yang pintar.

Pernyataan Christian Rotok yang biasa disapa CR tersebut menjawab media Flores.co, Senin (10/2/2020) melalui saluran handphone-nya. CR ditanya soal pembangunan pariwisata yang begitu pesat di Labuan Bajo  dikaitkan dengan posisi Kabupaten Manggarai sebagai daerah interland dengan  daerah pariwisata Labuan Bajo.

“Kita butuh pemimpin yang cerdas untuk menangkap peluang geliat pariwisata di Labuan Bajo yang  trennya lagi menukik ke atas,” ujarnya.

Menurtnya, geliat wisata di Labuan Bajo mestinya berdampak juga ke wilayah Manggarai.

“Saya katakan bahwa pembangunan di Labuan Bajo itu sebuah mukjizat, yang harus memberi dampak kepada daerah hinterland-nya (daerah belakang) yang menyangga pariwisata Labuan Bajo yaitu Kabupaten Manggarai,” kata CR.

Lebih lanjut CR mengurai, Kabupaten  Manggarai sebagai hinterland yang satu daratan dengan Labuan Bajo, sudah pasti membawa dampak dari daerah wisata premium tersebut.

“Kabupaten Manggarai sebagai arsiran pariwisata Manggarai Barat, harus mampu menangkap peluang ini. Dan untuk melakukan itu, kita butuh pemimpin yg cerdas, bukan pemimpin yg pintar,” tandasnya.

Lebih lanjut bupati yang pada masanya berhasil memekarkan satu kabupaten lagi di Manggarai yaitu Kabupaten Manggarai Timur itu mengatakan, pemimpin yang cerdas harus mampu mengelola APBD-nya untuk menangkap peluang yang ada dengan berpikir proses dari hulu ke hilir yang diimplementasikan bagaimana menangkap selera pasar pariwisata.

“Terkait proses ini, jika kita menukik lebih dalam lagi, pemimpin yang cerdas itu harus mengetahui, atau kita pastikan, selera pasar pariwisata itu seperti apa. Pilihannya atau menu untuk ambil bagian di peluang pariwisata itu banyak. Tinggal kita pilih bermain di tataran yang mana, sumber daya manusia kah ataukah pada produk yang menjadi selera atau permintaan selera pasar pariwisata,” ungkapnya.

CR mengatakan, rakyat Manggarai sudah mengetahui bahwa geliat dunia pariwisata di Labuan Bajo sudah sangat pasti memiliki peluang yang besar, khususnya terkait selera wisatawan manca negara. Untuk itu pemerintah harus mampu mengelola anggaran, yang  prosesnya mulai dari hulu hingga hilir.

“Sekali lagi, ini sangat membutuhkan kecerdasan seorang pemimpin terkait menangkap peluang pariwisata di Labuan Bajo, khususnya bagaimana manajemen keuangan APBD dikelola dengan baik. Jangan berpikir jangka pendek karena dunia pariwisata itu jangka panjang, ungkapnya.

Ditanya soal visi-misi bakal calon bupati Manggarai terkait peluang pariwisata di Labuan Bajo, CR menandaskan, siapapun itu, wajib bagi bakal calon membicarakan atau mencantumkan itu dalam visi-misi dan programnya. “Tentu, tidak boleh tinggalkan apa yang menjadi kebutuhan dasar rakyat (basic needs),” tandasnya.

Bahkan dengan nada tegas, terkait peluang di pariwisata Labuan Bajo, CR berharap, kalau pemimpin belum mampu sebaiknya tanya kepada rakyat karena di era sekarang lebih pintar dari kita.

“Tanyakan pada rakyat, bagaimana peluang pariwisata kita manfaatkan. Kalau kita tanya rakyat dan mengikuti apa yang rakyat kehendaki, berarti kita bisa melayani rakyat dengan baik,” demikian Christian Rotok. (aka)