BerandaARTIKEL UTAMABupati Deno: Persaingan Pilkada...

Bupati Deno: Persaingan Pilkada Jangan Rusak Kerukunan Masyarakat

Floresa.co – Kamelus Deno, bupati Mangarai berharap persaingan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak merusak kerukunan masyarakat.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat harus selalu dijaga. Kerukunan jangan sampai rusak hanya karena berbeda pilihan. Jangan pula membawa isu SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) dalam pilkada,” kata Deno saat berkunjug ke Weol Cancar pada Minggu (2/2).

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manggarai akan dilaksanakan 23 September nanti bersama ratusan daerah lainnya di Indonesia. Sejumlah nama bakal calon pun sudah bermunculan untuk merebut posisi nomor satu dan dua pada pemerintahan kabupaten Manggarai.

Kamelus Deno sendiri akan kembali maju dengan tetap menggandeng Viktor Madur. Pasangan lain adalah Hery Nabit yang merupakan penatang Deno-Madur pada pilkada 2015. Hery dikabarkan akan berpasangan dengan Hery Ngabut.

Selain dua pasangan ini, pasangan lain yang sudah deklarasi adalah paket AMAN yaitu Agustinus Ganggut dan Marianus Mantovanny Tapung. Ada juga nama Kornelis Dola dan Viktor Slamet yang dikabarkan menjadi satu paket.

Bersamaan dengan munculnya nama-nama bakal calon ini, suhu politik lokal Manggarai pun mulai memanas. Tim sukses dan simpatisan gencar mepromosikan jagoannya baik secara offline melalui tatap muka maupun di media sosial.

Deno mengatakan perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam alam demokrasi. Karena itu, perbedaan tak seharusnya membawa permusuhan dan kebencian yang justru memicu konflik horizontal di masyarakat.

Deno juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergoda dengan politik uang sebelum dan selama masa kampanye pilkada. Ia percaya masyarakat Manggarai adalah pemilih cerdas yang bisa menimbang pilihan dengan rasional.

“Saya yakin dan percaya masyarakat Manggarai pada cerdas semua untuk menentukan pilihan, bukan karena uang,” ujarnya.

Deno juga menyerahkan sepenuhnya pilihan kepada masyarakat. Dia yakin masyarakat mampu memilih dan memilah siapa yang bisa memimpin Manggarai lima tahun yang akan datang.

“Bukan soal janji tetapi bagamana melanjudkan program yang sudah dilakulan selama ini,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat akan memilih calon bupati dan wakil bupati yang dinilai mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat serta membawa kabupaten ini lebih maju lagi. Keberhasilan yang dicapai saat ini akan menjadi penilaian masyarakat dalam menentukan pilihan nanti.

“Lagi-lagi saya tegaskan bukan soal janji tetapi melanjutkan yang belum tuntas,” ujarnya.

Engkos Pahing/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.