Ilustrasi

Floresa.co – Sebanyak 12 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di  wilayah kabupaten Manggarai, NTT. Satu orang pasien yang masih balita dilaporkan meninggal dunia.

Direktur RSUD Ben Mboi dr. Froni mengatakan ada 9 kasus di Puksesmas Beamese, kecamatan Cibal. Sedangkan tiga lainnya di Pukesmas Kota, Ruteng. Selain 12 kasus dari wilayah Manggarai, RSUD juga merawat 3 tiga pasien dari luar Manggarai.

“Sampai hari ini Jumat 24 Januari 2020, ada 15 pasien yang masuk dengan dugaan DBD. Hasil pemeriksaan ada tiga orang pasien yang sudah positif dan selebihnya masih dugaan. Paling banyak anak-anak,” ujarnya di Ruteng.

Dokter Froni mengatakan dari 9 kasus DBD di Puskesmas Beamese, satu orang dilaporkan meninggal dunia.

“Kalau di Beamese penyakit memang ditemukan ada jentik nyamuk di desa Ladur sehingga menyebabkan warga terserang DBD,” ujarnya.

Sedangkan di Pukesmas Kota, lanjutya, tiga kasus yang ditemukan diduga karena tertular di tempat lain.

“Ada yang karena bepergian ke Ende, Borong dan Labuan Bajo,” paparnya

Ia mengatakan, penanganan para pasien sudah dilakukan di RSUD Ruteng dan puskesmas agar cepat sembuh.

Sementara itu Dinas Kesehatan Manggarai telah mengeluarkan surat kepada 23 Puskesmas di semua kecamatan agar petugas kesehatan siaga dan waspada DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maggarai, dr Yulianus Weng meminta kepada petugas medis di Puskesmas untuk memberikan penanangan yang cepat dan tuntas serta berkoordinasi denga dinas bila ditemukan ada pasein DBD.

“Kami dinas sudah surat kepada semua Puskesmas agar siaga dan waspada DBD serta meminta jajaran kesehatan turun ke warga beri sosialisasi. Kami juga sudah meminta bantuan abate ke Dinas Kesehatan Provinsi NTT,” kata Weng.

Ia mengungkapkan temuan kasus DBD dan penanganan sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan NTT.

“Sosialisasi kepada warga agar lingkungan harus bersih dan tidak ada genangan air serta menutup tempat penampungan air akan kami tingkatkan dan lakukan,” tutup Weng.

Engkos Pahing/Floresa