Instalasi pipa air menuju Desa Rana Mbata itu rusak tertimbun material tanah dan batu saat penggusuran pelebaran jalan sepanjang jalur Golo Robo (Foto: Rosis Adir/Floresa)

Floresa.co – Kontraktor pelaksana proyek pengerjaan jalan provinsi jalur Bealaing-Mukun-Mbazang di kabupaten Manggarai Timur berjanji untuk segera mengganti pipa-pipa air menuju Desa Rana Mbata di Kecamatan Kota Komba yang rusak akibat proyek jalan tersebut.

Instalasi pipa air menuju Desa Rana Mbata itu rusak tertimbun material tanah dan batu saat penggusuran pelebaran jalan sepanjang jalur Golo Robo-salah satu titik pada ruas jalan provinsi jalur Bealaing-Mukun-Mbazang, yang dikerjakan oleh PT Agogo.

Pihak PT Agogo tidak menampik soal kerusakan pipa-pipa air menuju Rana Mbata itu. Mereka berjanji untuk segera menggantikan pipa-pipa air yang rusak tersebut.

“Kami sudah bahas saat rapat dengan PPK kemarin. Kita akan segera ganti pipa-pipa yang rusak itu,” kata Rekta Mandrawa, direktur PT Agogo saat dihubungi Floresa.co, pada 17 Januari 2020.

Maria Bur, warga Rana Mbata mengaku kesal dengan pihak yang mengerjakan jalan provinsi itu yang tidak bertanggung jawab atas kerusakan pipa-pipa air menuju kampung mereka.

“Sudah lima bulan, kami alami krisis air,” kata Maria kepada Floresa.co pada 26 Desember 2019.

Ia menyebut, untuk kebutuhan masak dan WC, warga terpaksa membeli air yang dijual menggunakan mobil, dengan kisaran harga Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per tangki.

Sedangkan, untuk mandi dan cuci pakaian, mereka terpaksa harus berjalan kaki hingga dua kilo meter menuju sumber air di wilayah itu.

Rosis Adir/Floresa