Bencana alam yang terjadi di kabupten Manggarai Timur (Matim) selama awal Januari ini mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga, gedung sekolah dan saluran irigasi (Foto: Floresa)

Floresa.co – Bencana alam yang terjadi di kabupten Manggarai Timur (Matim), NTT, selama awal Januari ini mengakibatkan kerusakan parah pada  sejumlah rumah warga, gedung sekolah dan saluran irigasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur, Anton Dergong, bencana angin puting beliung  pada 4 Januari 2020 merusak sembilan rumah warga di Kecamatan Lamba Leda di kabupaten itu.

“Di desa Satar Kampas, ada tujuh rumah dan di desa Satar Padut ada dua rumah,” kata Dergong kepada Floresa.co, Senin, 21 Januari.

Ia menyebut, sembilan rumah tersebut rusak parah.

Selain rumah warga , lanjutnya, ada dua sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana angin puting beliung tersebut.

“Dua sekolah itu, yakni SMP Negeri 10  Kota Komba di Desa Pong Ruan dan SMA Negeri 5 Borong di Jong, Desa Benteng Raja,” sebutnya.

Sedangkan, bencana longsor dan banjir telah mengakibatkan saluran irigasi nasional di Desa Golo Lijun; dan irigasi  provinsi di Desa Satar Padut, rusak tertimbun material banjir dan longsor.

“Di Desa Golo Lijun itu, saluran irigasi Buntal yang dikerjakan menggunakan APBN. Dan di Desa Satar Padut itu, menggunakan APBD 1, yaitu irigasi Wae Laing,” katanya.

Rusaknya  kedua saluran irigasi tersebut, kata dia, dapat mengakibatkan gagal tanam dan gagal panen pada ratusan hektar sawah di wilayah tersebut.

“Sawah-sawah di sana itu, saat ini, ada yang sementara dibajak dan ada yang sudah ditanami padi,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah memberikan bantuan darurat bencana untuk sembilan Kepala Keluarga yang rumahnya rusak diterjang angin puting beliung.

“Untuk SMA Negeri 5 Borong, kita sudah melaporkan ke provinsi,” katanya.

” SMP Negeri 10 Kota Komba, memang tahun ini mau dikerjakan,” tambahnya.

Untuk dua irigasi yang rusak, lanjutnya, BPBD Matim sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi dan Balai Sungai Nasional di NTT.

Ia juga mengatakan, Bupati Manggarai Timur, saat ini, sudah mengeluarkan imbuan agar masyarakat selalu waspada terhadap bencana.

ADR/Floresa