Kolam bekas tambang pasir tempat seorang anak di Matim tewas tenggelam. (Foto: Ist)

Borong, Floresa.co – Seorang siswa Sekolah Dasar di Desa Golo Lobos, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur tewas tenggelam, pada Senin siang, 06 Januari 2020.

Menurut keterangan pihak kepolisian, korban Yulianus Jematu (11)  tenggelam karena tidak bisa berenang saat mandi bersama teman-temannya di kolam hasil genangan air hujan di lubang bekas tambang pasir di dekat kampungnya.

“Karena tidak bisa berenang, maka korban tenggelam,” kata Kapolres Manggarai Timur, AKBP Nugroho A.S saat dihubungi Floresa.co, Senin sore.

“Temannya berusaha menolong, tapi tidak berhasil,” lanjutnya.

Ia mengatakan, karena tidak bisa menolong, teman-teman korban kemudian meminta bantuan orang dewasa di kampung korban.

Korban kemudian berhasil dievakuasi dan dihantar ke Puskesmas Mano. Namun, nyawanya tidak bisa tertolong.

“Kalau menurut keterangan dokter¬† Puskemas yang periksa korban, korban meninggal karena tidak bisa bernafas dan kemasukan air,” tutupnya.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, lubang bekas tambang pasir tersebut terletak di dekat SDI Pelus, tempat korban menimba ilmu.

Di lubang tersebut air hujan tertampung dan membentuk kolam dengan ukuran panjang 15 meter, lebar 7 meter, dengan kedalaman sekitar 4 meter.

Setelah pulang sekolah , sekitar pukul 11.00 Wita, korban bersama empat temannya pergi mandi di kolam itu.

Korban tenggelam setelah melompat dari salah satu batu di pinggir kolam itu dan tidak bisa berenang ke pinggir kolam.

Rosis Adir/Floresa