Tambatan perahu di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai rusak. padahal baru dikerjakan. (Foto: Ist)

Ruteng, Floresa.co – Proyek tambatan perahu di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, diduga dikerjakan “asal jadi”.

Pasalnya, proyek senilai Rp 900 juta milik Pemkab Manggarai yang dikerjakan CV Ponkos itu kini sudah rusak diterjang ombak.

Menurut salah seorang warga Satar Lenda, rusaknya tambatan perahu itu karena konstruksinya yang tidak kuat, sehingga mudah hancur saat diterjang ombak.

“Padahal baru selesai diresmikan,” kata warga yang enggan menyebutkan namanya itu kepada Floresa.co, pada 2 Januari 2020.

Pembangunan tambatan perahu di desa itu atas permintaan warga agar mempermudah dan mengamankan perahu nelayan yang bersandar di kawasan tersebut.

“Selama ini, nelayan setempat belum memiliki tempat yang memadai untuk menyandar perahunya,” ujar sumber itu.

Sementara itu, Direktur CV Ponkos, Moni Ambang menyatakan  segera memperbaiki kerusakan tambatan perahu itu.

“Pasti bisa (diperbaiki). Sekarang ini musim gelombang besar, makanya tunggu cuaca agak baik dulu,” katanya saat dikonfirmasi Floresa.co pada 5 Januari.

Menurutnya, bagian yang rusak pada tambatan perahu itu bukan bagian dari proyek tersebut.

Kata dia, selasar yang rusak itu dibuat untuk melindungi tangga pada tambatan perahu tersebut.

“Selasar itu dibuat hanya untuk melindungi tangga. Tidak termasuk volume pekerjan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen peroyek tersebut belum merespons permintaan wawancara dari  Floresa.co.

Engkos Pahing/Floresa.co