BerandaARTIKEL UTAMARotok ke Deno: 'Semacam...

Rotok ke Deno: ‘Semacam Ada Tembok Pemisah yang Membatasi Kita’

Floresa.co – Mantan Bupati Manggarai, Christian Rotok sedang duduk di belakang rumahnya di Tulung, Kecamatan Langke Rembong, ketika ia disambangi Bupati Deno Kamelus bersama wakilnya, Viktor Madur, Jumat, 27 Desember 2019.

Deno-Madur tidak datang sendirian. Mereka didampingi Anton Bagul Dagur, yang juga Mantan Bupati Manggarai.

Rotok yang saat itu sedang bincang santai di belakang rumah nampak kaget melihat kedatangan mereka.

Ia pun memanggil Deno untuk duduk di bagian belakang rumah, meski Deno tampak ingin masuk melalui pintu depan.

Dalam pertemuan itu, Deno langsung menyampaikan maksud kunjungannya dengan menyerahkan sebotol bir dan sebuah amplop seperti lazimnya dalam budaya Manggarai.

Sambil meneteskan air mata, Deno berbicara di hadapan Rotok. Ia sempat mengisahkan saat-saat awal kembali ke Manggarai pada 2005 untuk maju sebagai wakil bupati, mendampingi Rotok.

Rotok-Deno sama-sama memimpin Manggarai selama dua periode, 2005-2015.

Mendengar kata-kata Deno, Rotok mengatakan menyambut baik kehadiran mereka.

“Saya terima tuak ini. Sebagai keluarga tidak mungkin saya tolak,” katanya.

Sementara amplop, Rotok meneruskannya kepada Anton Bagul yang ia sebut sebagai kakak sepupunya.

Rotok mengatakan hubungan keluarga keduanya dengan Deno tidak bisa dipisahkan.

Sementara terkait politik, Rotok mengaku tidak mau ikut campur.

Urusan politik, katanya, merupakan urusan banyak orang.

Momen pertemuan dua Mantan Bupati Manggarai, Christian Rotok dan Anton Bagiul Dagur bersama Bupati Deno Kamelus dan wakilnya, Viktor Madur, Jumat, 27 Desember 2019. (Foto: Floresa)

“Jujur, dari lubuk hati yang paling dalam, saya sampaikan di hadapan Pa Deno. Selama ini semacam ada tembok pemisah yang membatasi kita,” kata Rotok sambil mengelus dadanya.

Menurut Rotok, dirinya tidak mengetahui apa penyebabnya sehingga selama ini ia tidak mau bertemu mantan pasangannya itu.

“Saya sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Hari ini dari hati tulus menyampaikan hal ini di hadapan Pa Deno. Bahkan (ketika) diundang mengikuti Apel 17 Agustus pun saya tidak mau ikut,” tutup Rotok.

Dalam nada canda, Anton Bagul mengatakan kemungkinan ada sesuatu hal di luar akal sehat.

”Am manga keta ata mbekon kali ga,” (Mungkin karena ada yang memberi guna-guna), katanya.

Rotok pun menyahut, ”Am tung ta.” (Mungkin benar.)

Selanjutya Rotok mengatakan selama ini sudah banyak pihak yang siap maju Pilkada dalam Pilkada Manggarai tahun depan dan datang ke rumahnya meminta pendapat.

“Sampai hari ini saya belum menyatakan mendukung siapapun, baik tersurat maupun tersirat. Semua yang hadir minta restu. Saya memberikan arahan untuk kemajuan,” katanya.

Deno yang menduduki kursi bupati Manggarai pada 2015 sedang berjuang untuk maju kembali ke periode kedua. Hingga kini masih menjadi tanda tanya apakah ia akan maju kembali bersama Madur, yang adalah Ketua DPC Nasdem Manggarai.

Deno dan Rotok adalah sama-sama kader PAN Manggarai.

Ferdinand Ambo/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Bowosie: Bisnis Orang Pusat di Labuan Bajo?

Yosef Sampurna Nggarang berpandangan bahwa Badan Pelaksana Otoritatif Labuan Bajo Flores (BPO)-LBF lebih memberi kesan menjadi bagian dari oligarki yang ingin mengusai bisnis pariwisata di Labuan Bajo, dibanding berjuang agar mayoritas warga, terutama warga lokal bisa hidup dari pariwisata yang sudah mendunia itu dan kini dilabeli pariwisata super premium.

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

Dikunjungi Bank Dunia, Warga Wae Sano Desak Batalkan Pendanaan Proyek Geothermal

"Kami menegaskan, sudah sejak awal tidak pernah sekalipun memberi persetujuan atas proyek geothermal Wae Sano. Kami sudah menyampaikan hal itu dalam surat yang telah kami kirim kepada Bank Dunia pada Februari 2020 dan Juli 2021," kata salah seorang warga