BerandaPOLITIKBawaslu Manggarai Lantik 36...

Bawaslu Manggarai Lantik 36 Orang Anggota Panwascam Pilkada

Ruteng, Floresa.co – Bawaslu Kabupaten Manggarai menggelar pelantikan sekaligus bimbingan teknis anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk Pilkada tahun depan.

Panwascam yang dilantik di Hotel Victory Ruteng, Minggu sore, 22 Desember 2019 berjumlah 36 orang yang berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai. Di setiap kecamatan, terdapat 3 Panwascam.

Dalam sambutannya, Marselina Lorensia, Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai menyatakan, anggota Panwascam direkrut sesuai dengan keputusan Bawaslu tentang pedoman pembentukan Panwascam.

Salah satu dimensi penting, kata dia, adalah menghasilkan SDM yang betul-betul siap mendedikasikan kemampuan dan kapasitasnya untuk melaksanakan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ia menjelaskan, banyak barometer yang didesign untuk pembentukan tersebut. Selain memiliki integritas dan kapabilitas, Panwascam juga dituntut untuk mempunyai kemampuan dasar seperti kemampuan menguasai komputer.

Ia menjelaskan, ada 179 peserta yang mendaftar, hingga akhirnya terpilih 36 orang setelah melalui serangkaian seleksi, termasuk seleksi administrasi, tes online dan wawancara.

Marselina mengharapkan anggota Panwascam untuk tetap menjaga integritas dan netralitas.

Pada kesempatan yang sama Bupati  Deno Kamelus menyampaikan bahwa, Panwascam yang dilantik harus mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik agar agenda pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manggarai tahun 2020 berjalan dengan suasana demokratis, tidak terdapat ruang-ruang kecurangan dan sepenuhnya terlaksana berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, Bupati Deno juga menjelaskan tentang tugas Panwascam di kecamatan, yakni  mengawasi dan mencegah terjadinya pelanggaran;  mencegah terjadinya politik uang serta mengawasi netralitas di wilayah kecamatan.

Acara itu dihadiri oleh anggota Bawaslu Manggarai, anggta KPU Manggarai, unsur Forkompindo, pimpinan Parpol, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Engkos Pahing/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Bowosie: Bisnis Orang Pusat di Labuan Bajo?

Yosef Sampurna Nggarang berpandangan bahwa Badan Pelaksana Otoritatif Labuan Bajo Flores (BPO)-LBF lebih memberi kesan menjadi bagian dari oligarki yang ingin mengusai bisnis pariwisata di Labuan Bajo, dibanding berjuang agar mayoritas warga, terutama warga lokal bisa hidup dari pariwisata yang sudah mendunia itu dan kini dilabeli pariwisata super premium.

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

Dikunjungi Bank Dunia, Warga Wae Sano Desak Batalkan Pendanaan Proyek Geothermal

"Kami menegaskan, sudah sejak awal tidak pernah sekalipun memberi persetujuan atas proyek geothermal Wae Sano. Kami sudah menyampaikan hal itu dalam surat yang telah kami kirim kepada Bank Dunia pada Februari 2020 dan Juli 2021," kata salah seorang warga