Rumah seorang warga di Tanggar tertimpa pohon yang tumbang karena angin. (Foto: Floresa)

Floresa.co – Satu unit rumah warga Tanggar, Desa Compang Laho, Kecamatan Poco Ranaka, rusak tertimpa pohon.

Hujan badai yang berlangsung selama sekitar lima menit di wilayah itu  menyebabkan pohon tumbang dan menghancurkan atap rumah milik Matias Sitar (56).

Menurut Matias, saat kejadian, dirinya sedang istirahat siang di kamar. Sedangkan, istri dan kedua anaknya sedang di dapur.

“Syukur balok kayu yang menopang atap ini kuat. Kalau tidak, mungkin saya tidak selamat,” kata Matias kepada Floresa.co.

Pantauan Floresa.co,  kerusakan rumah Matias terjadi pada atap bagian depan rumah.

Dahan dan ranting pohon yang tumbang itu menembus atap zink rumah tersebut. Beberapa balok kayu yang menjadi bantal zink rumah itu pata.

Belum bisa ditaksir kerugian material akibat bencana itu.

Hujan badai yang berlangsung sekitar lima menit di wilayah itu membuat warga kampung Tanggar panik.

Di setiap rumah, terdengar suara hiruk pikuk warga yang panik. Bahkan ada yang membunyikan peralatan dapur seperti dulang, piring besi dan lainnya, yang menurut keyakinan mereka, dengan bunyi-bunyian itu, badai bisa redah.

Rosis Adir/Floresa