Ilustrasi

Floresa.co – Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas, meminta Kepala Dinas Perhubungan kabupaten itu untuk mengatur tarif ojek di Kota Borong yang ia nilai terlalu mahal.

“Mestinya, tarif ojek itu tidak boleh terlalu mahal lagi,” kata Agas, mengingat “saat ini kondisi jalan di ibu kota kabupaten itu sudah mulus.”

Ia mencontohkan tarif dari ibukota Borong menuju kompleks perkantoran di Lehong yang mencapai Rp 25.000.

“Selama ini tarif ojek itu terlalu mahal,” kata Agas.

Ia mengatakan, masalah tarif kendaraan umum itu harus menjadi perhatian Kepala Dinas Perhubungan, Gaspar Nanggar yang baru dilantik pada Jumat, 13 Desember 2019.

“Kasihan juga masyarakat kita, termasuk anak-anak kita yang THL (Tenaga Harian Lepas). Gaji mereka yang tidak punya kendaraan sendiri, bisa saja habis hanya untuk bayar ojek. Sekarang itu jalan (di kota Borong) sudah hotmix, tidak boleh lagi mahal-mahal tarif ojek itu,” kata Agas.

Agas dalam pesannya juga meminta para pejabat yang baru agar selalu menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.

“Menjaga netralitas PNS sebagai aparatur dengan maksud menjamin terselenggaranya tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dengan Iebih baik,” katanya.

Ia juga meminta mereka untuk “tanggap terhadap tantangan dan permasalahan baru yang timbul baik di dalam maupun di luar organisasi sekaligus mencari solusinya” sambil berusaha mewujudkan pemerintahan yang baik dan menghindari terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme.

Bupati Agas juga berharap agar para pejabat yang dilantik itu bisa menjadi pemimpin yang visioner dan mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran yang kreatif dan inovatif untuk kepentingan organisasi.

“Jadikan tugas baru ini sebagai tantangan untuk dapat memberikan kontribusi yang maksimal untuk kemajuan Kabupaten Manggarai Timur tercinta. Berikanlah teladan di Iingkungan satuan kerja saudara,” tutupnya.

Rosis Adir/Floresa