Warga terpaksa mandi dan cuci di Kali Wae Bobo yang tampak keruh. (Foto: Rosis Adir/Floresa)

Borong, Floresa.co – Hampir setiap hari, ratusan warga kota Borong, ibu kota kabupaten Manggarai Timur terpaksa turun ke kali Wae Bobo untuk mandi dan cuci pakaian. Bahkan untuk berkumur dan sikat gigi pun mereka memanfaatkan air kotor tersebut.

Air kali itu yang pada musim hujan selalu keruh itu, menjadi satu-satunya pilihan warga. Pasalnya, air kran milik Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik pemerintah Manggarai Timur, sering macet.

Di sungai yang membelah Kota Borong itu, setiap hari warga mandi dan cuci pakaian berdampingan dengan sampah, ternak dan kendaraan yang sedang dicuci.

Sementara utuk kebutuhan masak dan minum, warga harus merogoh kocek.

Mereka membeli air dari mobil tangki dengan harga Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per tangki.

Felisinta Dange, salah seornag ibu mengatakan, air kran milik BLUD-SPAM Manggarai Timur yang dipasang di rumah-rumah warga, selama ini mengalir satu hingga dua kali seminggu.

Fenomena itu, lanjutnya, membuat mereka terpaksa harus mandi dan cuci pakaian di Kali Wae Bobo yang kotor.

“Air kran yang keluar satu-dua kali seminggu itu tidak cukup untuk penuhi kebutuhan air di rumah,” kata Felisinta ketika ditemui Floresa.co di kali Wae Bobo, Minggu siang, 15 Desember 2019.

Warga berharap agar ke depan, BLUD-SPAM Manggarai Timur bisa mengelolah jasa penyediaan bersih dengan baik, sehingga bisa memuaskan pelanggan.

Rosis Adir/Floresa