Umat Stasi Watu tampil mengenakan pakaian adat dalam acara syukuran pembangunan kapel baru mereka, Kamis, 12 Desember 2019. (Foto: Gabrin Anggur/Floresa)

Borong, Floresa.co – Umat Stasi Watu, Paroki Mamba menggelar acara syukuran untuk kapel baru pada Kamis, 12 Desember 2019.

Acara itu diawali dengan Misa di kapel itu yang secara gerejawi masuk Kevikepan Borong, Keuskupan Ruteng. Misa dipimpin oleh Vikep Borong, Romo Simon Nama Pr, didampingi Pastor Paroki Mamba, Romo Isidorus Pangkur Pr.

Hadir dalam acara itu umta Stasi Watu dan sejumlah undangan dari stasi-stasi tetangga. Turut hadir juga  anggota DPRD Provinsi NTT, Bonefasius Jebarus dan anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Gorgonisius Drepla Bajang.

Usai Misa dilanjutkan dengan acara resepsi bersama.

Dalam sambutanya, Stefanus Dalung, Ketua Dewan Stasi Watu sekaligus ketua panitia acara syukuran mengatakan, kesuksesan pembangunan kapel itu tidak terlepas dari bantuan dan kerja sama seluruh umat stasi dan juga para donatur.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu umat Stasi Watu sehingga pembangunan kapel ini bisa berhasil,” katanya.

Di antara para donatur, kata dia, termasuk dua anggota dewan, Bonefasius Jebarus dan Gorgonisius Drepla Bajang.

Kapel itu pernah dibangun pada tahun 2008, namun akibat bencana angin kencang pada Maret 2012 bangunannya roboh dan hanya menyisakan puing.

Sejak itu, umat kemudian menggunakan gedung SDN Tetes Tanah untuk beribadah pada hari Minggu ataupun acara keagamaan lainnya.

Vikep Borong, Romo Simon Nama Pr dan Pastor Paroki Mamba, Romo Isidorus Pangkur Pr berfoto bersama dengan sejumlah umat dan para donatur usai Misa syukur pembangunan Kapel Stasi Watu, Kamis, 12 Desember 2019. (Foto: Gabrin Anggur/Floresa)

Pembangunan kapel baru mulai digelar pada tahun lalu di lokasi yang sama.

Pembangunannya dilakukan secara swadaya oleh umat, ditambah dengan bantuan dari para donatur, dari desa dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

Data panitia pelaksana pembangunan menyebutkan, total seluruh dana yang diterima sebesar Rp 100.800.000. Jumlah itu sudah termasuk dana hibah dari kabupaten sebesar Rp 60 juta dan dari desa sebesar Rp 16 juta.

Gabrin Anggur/Floresa