Pelantikan sembilan pejabat eselon II Kabupaten Manggarai Timur digelar di tepi Danau Rana Mese, Jumat, 13 Desember 2019. (Foto: Floresa)

Floresa.co – Bupati Manggarai Timur (Matim), Andreas Agas menyatakan memiliki alasan khusus sehingga melantik sembilan pejabat eselon II di tepi Danau Rana Mese.

Menurut Agas, para pejabat tersebut sengaja dilantik di tepi danau pada Jumat, 13 Desember 2019 agar mereka dapat menyatuh dan belajar dari alam.

“Dalam menjalankan tugas mesti tenang, tidak huru-hara. Kalau ada persoalan, tunjukan sikap kedewasaan dan penuh tanggung jawab dalam menyelesaikannya,” kata Bupati Agas.

Selain itu, lanjutnya, ia sengaja memilih danau itu sebagai lokasi pelantikan, sebab Danau Rana Mese merupakan salah satu destinasi wisata di Manggarai Timur yang mesti dipromosikan.

“Kita mau agar Rana Mese bisa terus dikenal dan dipromosikan untuk menarik wisatawan. Destinasi wisata lain di Manggarai Timur juga harus kita promosikan, karena sektor pariwisata mampu mendongkrak ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia mengatakan, ke depan pelantikan pejabat akan dilakukan di alam terbuka, sembari mepromosikan ke dunia luar tentang keindahan dan keunikan alam Manggarai Timur.

“Setelah di Rana Mese, kita akan lakukan (pelantikan) di Rana Tonjong,” katanya.

Pantauan Floresa.co, proses pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung Bupati Agas.

Hadir dalam kegiatan tersebut ketua PKK Matim Theresia Wisang, Wakil Ketua dan anggota DPRD Matim, pimpinan OPD, Camat Rana Mese serta saksi dari rohaniwan Katolik dan Islam.

Agas menjelaskan, kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan itu merupakan salah satu tahapan dari keseluruhan tahapan proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di kabupaten itu.

Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik, lanjutnya, telah melewati tahapan seleksi yang dilakukan oleh Tim Asesor dari LAN -Bandung dan Panitia seleksi tingkat Kabupaten Manggarai Timur.

“Pesertanya sebanyak 42 orang berasal dari OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur,” katanya.

“Salah satu yang terbaik dari setiap peserta menjadi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di OPD yang dilamar,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa seleksi dilakukan agar adanya kesesuaian antara kualifikasi dan kompetensi para pejabat yang bersangkutan dengan kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas jabatan.

“Kita patut bersyukur, karena dari kegiatan seleksi tersebut telah terpilih Pejabat yang memenuhi persyaratan, baik kompetensi teknis, kompetensi sosio kultural maupun kompetensi managerial,” ujarnya.

Pelaksanaan seleksi, jelasnya, merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara Terbuka dan Kompetitif di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Ia berharap agar pejabat yang dilantik selalu menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.

“Menjaga netralitas PNS sebagai aparatur dengan maksud menjamin terselenggaranya tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dengan Iebih baik,” katanya.

Ia juga meminta mereka untuk “tanggap terhadap tantangan dan permasalahan baru yang timbul baik di dalam maupun di luar organisasi sekaligus mencari solusinya” sambil berusaha mewujudkan pemerintahan yang baik dan menghindari terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme.

Agas uga berharap agar para pejabat yang dilantik itu bisa menjadi pemimpin yang visioner dan mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran yang kreatif dan inovatif untuk kepentingan organisasi.

“Jadikan tugas baru ini sebagai tantangan untuk dapat memberikan kontribusi yang maksimal untuk kemajuan Kabupaten Manggarai Timur tercinta. Berikanlah teladan di Iingkungan satuan kerja saudara,” tutupnya.

Berikut adalah nama-nama pejabat yang dilantik:

  1. Mikael Jaur, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan (sebelumnya sebagai Jabatan Lama Sekretaris DPMD)
  2. Nikolaus Tatu, Sekretaris DPRD (sebelumnya sebagai Kabag Kesra)
  3. Thadeus Enggur, Kepala Dinas  Ketahanan Pangan dan Perikanan (sebelumnya sebabagi Sekretaris Dinas PUPR)
  4. Yohanes Syukur, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (sebelumnya sebagai Kabag Umum)
  5. Aufridus Jahang, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (sebelumnya sebagai  Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi)
  6.  Alexander Kantar, Kepala Dinas Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (sebelumnya sebagai Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)
  7.  Gaspas Nanggar, Kepala Dinas Perhubungan (sebelumnya sebagai Kabag Tata Pemerintah)
  8. Abdulla, Kepala Badan Keuangan (sebelumnya sebagai Kabag Pengadaan Barang dan Jasa)
  9. Maximus Nohos, Kepala Dinas Peternakan (sebelumnya sebagai Kabag Umum)

Rosis Adir/Floresa