Labuan Bajo, Floresa.co – Konsultasi Publik Analisis Dampak Lingkungan lahan 400 hektar yang diklaim Badan Otorita Labuan Bajo – Flores (BOP-LBF) hanya mengundang 44 orang dan lembaga. Sementara, DPRD Manggarai Barat (Mabar) tidak diundang.

Ketua DPRD Mabar, Edistasius Endi mengaku tidak memahami alasan pihaknya tidak dilibatkan dalam kegiatan yang digelar di Kantor Kecamatan Komodo, Kamis, 12 Desember 2019 itu.

“Saya juga tidak paham,” kata Edi kepada Floresa.co, Selasa malam, 10 Desember 2019.

Sementara itu, Rafael Todowela, salah satu tokoh muda Labuan Bajo yang juga diundang mengaku tidak mendapat undangan resmi. Dia mengaku mengetahui dirinya diundang dari temannya melalui layanan WhatsApp.

“Ini merupakan pencatutan nama untuk kepentingan BOP. Saya sendiri tidak mendapatkan undangan resmi. Saya mendapatkan undangan dari teman-teman,” kata Rafael.

“apun lembaga dan tokoh yang diundang dalam sosialisasi itu ialah sejumlah SKPD Pemkab Mabar, Kepala Desa Gorontalo, Nggorang dan Golo Bilas dan beberapa lainnya.

ARJ/Floresa