Situasi di RS Marombok pada Kamis, 12 Desember 2019. (Foto: Ist)

Floresa.co – Jenazah Frans Sampur, buron kasus pembunuhan di Menjerite masih berada di ruang jenazah RS Marombok, Labuan Bajo.

Saat Floresa.co mendatangi rumah sakit itu pada Kamis siang, 12 Desember 2019, belum ada keluarganya yang datang.

Menurut Robert, penjaga keamanan di rumah sakit itu, tadi pagi, Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono sempat datang melihat jenazah tersebut.

“Kapolres melihat dan mengecek langsung jenazah tadi pagi pukul 10.00 Wita,” katanya.

Ia menjelasakan, jenazah tersebut tiba pada pukul 02.00 Wita dan langsung divisum oleh tenaga medis.

“Jenazah masih di ruangan dan dijaga ketat oleh kepolisian,” kata Robert.

Pantauan Floresa.co,  aparat polisi tampak berjaga di dalam maupun di luar RS Marombok. Terlihat beberapa aparat yang berpakaian dinas dan berpakaian preman duduk di warung depan rumah sakit.

Frans dilaporkan tewas setelah ditembak polisi pada Kamis subuh di Kampung Tadong, Desa Watu Umpu, Kecamatan Welak.

Polisi mengklaim menembaknya karena melawan dan menyerang ketika hendak diamankan.

Ia masuk daftar pencarian oang (DPO) dalam kasus pembunuhan terkait konflik tanah dua tahun lalu di Menjerite, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng.

Donatus Jehurut dan Alosius, warga asal Kusu, Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai tewas bersimbah darah dalam peristiwa pada Senin, 16 Januari 2017 itu.

Kala itu keduanya dipekerjakan seorang bule bernama Robert untuk menjaga proses penggusuran lahan yang diklaim Robert sebagai miliknya.

Polisi kala itu mengamankan puluhan warga kampung Mbehal yang juga mengklaim tanah tersebut sebagai hak ulayat mereka. Dari puluhan orang itu, polisi menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. 

Namun, keluarga korban melakukan protes karena dua orang pelaku tidak ditangkap.

BACA JUGA: Buron Kasus Pembunuhan di Menjerite Tewas Saat Ditangkap

Floresa.co mendapat informasi bahwa salah satu di antaranya adalah Frans, sementara satu lagi terus dicari polisi.

ARL/YS/Floresa