Siswa-siswi SMA Negeri 3 Borong saat mengikuti ujian semester menggunakan sistem CBT. (Foto: Floresa)

Borong, Floresa.co – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Borong di Kabupaten Manggarai Timur melaksanakan ujian menggunakan Computer Based Test (CBT).

Menurut Plt Kepala Sekolah itu, Konstantinus Everson Rada,  pelaksanaan ujian menggunakan CBT adalah salah satu terobosan untuk mencegah penggelembungan anggaran belanja Alat Tulis Kantor (ATK), seperti kertas dan lainnya di lembaga itu.

Selain itu, kata dia, sistem ini yang juga tidak membutuhkan pulsa atau jaringan internet  sangat membantu guru, karena hanya menginput soal ke dalam aplikasi dalam waktu satu hari.

“(Sistem ini) menghemat waktu guru, dari sebelumnya berbasis kertas prosesnya lama karena mulai dari proses print, pengepakan dan foto copy yang membutuhkan dana banyak dan menghasilkan sampah yang banyak,” katanya kepada Floresa.co disela-sela proses ujian semester ganjil tahun ini di sekolah itu, Senin, 9 Desember 2019.

Ia menyebut, sistem CBT juga membantu guru dalam proses pemeriksaan dan analisis nilai. Di mana, lanjutnya, selesai ujian, siswa-siswi sudah mengetahui hasil pekerjaan mereka.

Selain itu, jelasnya, soal ujian yang sudah diinput, dengan sendirinya sistem mengacak nomor soal dan opsi jawaban, sehingga  siswa-siswi tidak bisa menyontek.

“Karena setiap siswa-siswi punya soal yang urutan nomor dan opsti jawabannya berbeda-beda,” katanya.

Ia mengatakan, ujian dengan sistem CBT di sekolah itu sudah dilakukan sejak tahun lalu.

“Mulai dari kelas satu sampai kelas tiga. Ulangan harian juga kita pakai sistem CBT,” ujarnya.

Ia berterima kasih kepada pemerintah yang tahun ini telah mengalokasikan Biaya Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi untuk pengadaan tablet agar membantu siswa dalam proses ujian.

Dengan adanya tablet, kata dia, suatu saat siswa-siswi tidak perlu masuk laboratorium komputer saat ujian.

“Mereka bisa kerja di kelas menggunakan tablet,” katanya.

ARD/Floresa