Hutan mangrove di sekitar pantai Borong sedang dikembangkan menjadi  destinasi wisata alam. (Foto: Ist)

Floresa.co – Pemerintah Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur sedang berupaya menata hutan mangrove di sekitar pantai Borong untuk menjadi  destinasi wisata alam.

Menurut Lurah Kota Ndora, Yoseph Sunardi Dani, penataan wisata pantai Borong, termasuk hutan mangrove seluas kurang lebih 4,8 hektar itu, diusulkan oleh masyrakat dalam Musrenbang tingkat kelurahan selama tiga tahun terakhir.

“Usulan masyarakat itu dijawab dengan pembangunan menara pandang, jembatan titian, serta penerangan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan peningkatan jalan dari Pemda Manggarai Timur, pada tahun ini,” kata Yoseph, Sabtu, 7 Desember 2019.

Ia mengatakan,  pembangunan itu didukung oleh semua masyarakat di sekitar wilayah hutan mangrove yang terkena dampak langsung dari pembangunan itu.

Dukungan masyarakat itu, jelas dia, salah satunya terbukti dengan ada kelompok masyarakat pencinta mangrove di kelurahan itu yang telah mulai menanam anakan mangrove di area  yang belum ditumbuhi mangrove.

Ia mengatakan, semua pembangunan dalam rangka penataan wisata itu didorong untuk tujuan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Ini semua dalam rangka Peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, apabila semua jenis pembangunan pendukung pariwisata di hutan mangrove itu sudah selesai dibangun, masyarakat disekitar lokasi wisata tersebut diharapkan untuk terlibat aktif dalam mengelolanya.

“Sehingga konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat lewat pariwisata bisa dikembangkan di Kota Ndora,” katanya.

Hutan mangrove di wilayah pantai Borong merupakan salah satu spot menarik untuk pengamatan burung dan satwa lain yang mendiami hutan tersebut.

Selama ini memang belum ada geliat untuk menata dan mengelolah hutan mangrove itu untuk jadi destinasi wisata.

Bahkan dalam daftar destinasi wisata milik Dinas Pariwisata Manggarai Timur, wilayah hutan mangrove tersebut belum tercatat.

ARD/Floresa