Ilustrasi

Floresa.co – Warga di Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai menyatakan kekecewaan terkait air minum dari saluran pipa milik PDAM Tirta Komodo yang sering tidak mengalir hingga berhari-hari.

Desakan agar mencopor direktur perusahan milik Pemerintah Daerah Manggarai itu pun mencuat.

Anno Parman, salah satu pelanggan menyatakan, masalah ini sudah kerap terjadi, namun tidak kunjung ada solusi.

“Saya sering menyampaikan keluhan kepada PDAM dan mereka selalu datang perbaiki, namun air lancar hanya bersifat sementara. Beberapa hari kemudian (air) akan macet lagi,” katanya kepada Floresa.co, Sabtu malam, 7 Desember 2019.

Ia menjelaskan, air pernah tidak mengalir hingga satu pekan.

“Akibatnya, kami harus mengemis air ke tetangga untuk masak dan minum, tapi untuk kebutuhan kamar WC kami sering timba di kali,” kata Anno.

Ia mengatakan, perusahan itu memiliki tanggung jawab penuh agar air bisa terus mengalir.

“Tidak boleh ada lagi alasan debit air kecil. Kami tidak mau tahu, apapun caranya, PDAM harus menyediakan air berkualitas untuk pelanggann. Itu tugas pokok PDAM,” kata Anno.

“Kalau memang tidak mampu atasi debit air kecil ini, sebaiknya Pak Dirut dan jajaran direksinya jangan malu mengundurkan diri,” tambahnya.

Ia meminta agar pimpinan perusahan itu diganti orang baru yang punya visi dan nyali menyelesaikan krisis air ini.

“Jangan pertahankan orang gagal memimpin perusahan strategis daerah,” katanya.

Sebelumnya, pada Sabtu, 7 Desember, Anno menumpahkan kekecewaannya di akun Facebook-nya, di mana ia menulis bahwa yang keluar dari pipa-pipa air hanya angin.

“Masa kami bayar angin,” tulis Anno.

Ia menjelaskan, air adalah kebutuhan dasar manusia.

“Bagaimana pun caranya dan berapapun biayanya, pemerintah harus menjamin kualitas dan pasokan air,” katanya.

Anno juga mempersoalkan biaya yang harus dibayarkan tiap bulan ke PDAM.

“Agak aneh, meskipun air sering tidak jalan tapi besaran tagihan tidak sedikit. Karena itu, saya minta agar sistem pembayaran tagihan yang ada ini diaudit,” katanya.

Persoalan lain yang ia keluhkan adalah terkait denda bagi pelanggan yang telat bayar air, tetapi di sisi lain pelanggan tidak dilengkapi hak menuntut ganti rugi atau kompensasi jika air tidak jalan.

“Ini tidak adil,” kata Anno.

Engkos Pahing/Floresa