Labuan Bajo, Floresa.co – Pemandangan tidak sedap mewarnai area “Kuliner Kita-Kita” Kampung Ujung, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT pada Rabu, 27 November 2019. Tumpukan sampah dengan aroma tidak sedap berserakan sepanjang jalan area kuliner tersebut.

“Tumpukkan sampah ini sangat tidak nyaman dengan bau dan pemandangannya,” ungkap Mikes, salah seorang wisatawan asing.

Selain itu, salah pedagang yang berjualan tepat di seberang jalan tersebut menyayangkan pemandangan itu yang menurutnya bukan terjadi kali ini saja. Selama ini, katanya hal serupa tak jarang terjadi.

“Baunya yang menyengat membuat pembeli yang datang pun sedikit terganggu dengan hal ini,” jelasnya.

“Di pasar ini banyak juga yang jual makanan dan seharusnya sampahnya dibersihkan, tidak menumpuk begini yang terlihat kotor hingga menghilangkan nafsu makan pembeli yang jadi mengurungkan niat mereka untuk berbelanja,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas BLHK, Paulinus Panggul menjelaskan, salah satu kendala penanganan sampah di kota itu karena kurangnya truk pengangkut sampah.

“Saat ini kita punya 10 truk pengangkut sampah dan kondisi normal hanya ada 5 truk. Tentu ini belum cukup,” katanya pekan lalu.
Ia pun berharap ada penambahan armada pengangkut serta dukungan dan partisipasi masyarakat.

“Kita disini menghasilkan 12 ton sampah per harinya yang didominan oleh sampah laut, sampah hotel dan sampah rumah tangga,” tambahnya.

Saat ini, Labuan Bajo memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) seluas satu hektar. Rencananya, pada tahun 2020, akan dibuat TPA modern yang berlokasi di Warloka.

ARJ/Flores