BerandaPILIHAN EDITORPolisi Sebut Kasus Embung...

Polisi Sebut Kasus Embung di Cibal di-SP3 Karena Kontraktor Stroke

Ruteng, Floresa.co – Kepolisian Resort (Polres) Manggarai, NTT menyatakan, dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus embung di Kecamatan Cibal karena kontraktor proyek itu mengalami sakit stroke.

“Jadi kita tidak bisa periksa, karena kontraktor sedang sakit,. (Dia) Struk sampai saat ini,” kata anggota Tipiter Polres Manggarai Bripkol Fridus Pagu saat berdialog dengan Lembaga Pengkaji Pegiat Demokrasi Manggarai (LPPDM) di Polres Manggarai, Selasa, 27 November 2019.

Dialog itu sendiri dipimpin oleh Ketua LPPMD, Marsel Ahang.

Terhadap jawaban Bripkol Fridus, Ahang menanyakan dasar hukum hingga kepolisian mengeluarkan SP3 proyek yang didanai APBD senilai Rp 1,2 miliar itu.

“Apa dasarnya Pak sehingga kasus embung tersebut di SP3 oleh Polres Manggarai,” ujarnya. Pertanyaan itu sendiri tidak bisa dijawab oleh Fridus.

SP3 kasus itu dikeluarkan pada saat Polres Manggarai dipimpin oleh Marsel Sarimin yang kini menjadi Ketua DPC PDIP Manggarai Timur.

LPPDM menuntut agar Polres Manggarai segera menetapkan tersangka kepada Bupati Kamelus Deno yang melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan dalam meloloskan proyek itu.

Selain Deno, Ahang juga mendesak agar mantan Kapolres Manggarai, Marsel Sarimin, mantan Kadis Lingkungan Hidup Sil Hadir, Pokja dan kontraktor proyek tersebut juga ikut didesak untuk segera ditetapkan sebagai tersangka dalam proyek itu.

Terpisah, Marsel Sarimin mengatakan kasus tersebut sudah selesai

“Saya sudah memaparkan itu kepada meteri lingkungan hidup bersama dirjen penegakan hukum,” katanya.

Engkos Pahing/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Rezim Penghancur di Bowosie

Persoalan Bowosie sebetulnya bukan saja soal konsep pariwisata yang pro-kapitalis, tetapi yang lebih parah ialah bagaimana agenda bisnis orang-orang kuat yang meng-capture kekuasaan. Ketakutan akan ada agenda diskriminasi terhadap hak-hak masyarakat lokal begitu kuat, karena di atas tanah leluhur masyarakat, negara “menggadaikan” hak-hak masyarakat untuk kepentingan korporasi.

Galeri: Aksi Warga Compang Longgo, Mabar Tuntut Pemerintah Perbaiki Bendungan Rusak

Floresa.co - Masyarakat Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,...

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Bantuan Rumah di Desa Perak, Cibal:  Staf Desa Jadi Penerima, Camat Protes

Ruteng, Floresa.co - Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di...

Diduga Mencemarkan Nama Baik, UNIKA St. Paulus Polisikan Pemilik Akun ‘Ishaq Catriko’

Ruteng, Floresa.co – Pihak Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) St. Paulus Ruteng...