Warga kota Labuan Bajo menimbah air dari pipa air yang bocor (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERTAK) Flores-Lembata mendesak Kepolisian Resort Manggarai Barat (Mabar), NTT untuk memeriksa Direktur Utama PDAM kabupaten itu terkait kasus krisis air minum bersih yang terjadi di Kota Labuan Bajo.

“Beberapa hari lalu salah satu anggota DPRD Manggarai Barat, melalui media massa, telah mengatakan bahwa ada dugaan jual beli air minum bersih di wilayah Marombok,” kata Kordinator Umum GERTAK, Bertolomeus Eliandro Berto Angkat dalam rilis yang diterima Floresa.co, Jumat, 22 November 2019.

Anggota DPRD yang dimaksud ialah, Marten Mitar, dari fraksi Nasdem. Marten menegaskan, krisis air di Labuan Bajo bukan karena tidak ada sumber air, tetapi karena sistem distribusi yang belum baik. Menurut Marten, selama ini PDAM hanya melayani hotel-hotel, sementara masyarakat terus mengalami kesulitan air.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Labuan Bajo: Ironi Kota Pariwisata

Lebih lanjut, kata Bertolomeus, kepolisian sebagai lembaga penegak hukum harus segera merespons pernyataan Anggota DPRD Mabar  tersebut, dengan melakukan investigasi.

“Ada dugaan mafia penjualan air minum bersih oleh PDAM Manggarai Barat sehingga berdampak pada munculnya krisis air minum bersih di wilayah kota Labuan Bajo, yang hingga saat ini belum mampu diselesaikan,” sebutnya.

Baca Juga: Miliaran Dana Digelontorkan, Proyek Air di Kota Pariwisata Labuan Bajo Mubazir

Padahal, kata dia, air minum bersih menjadi kebutuhan vital rakyat yang harus dipenuhi oleh negara.

“Jika krisis air minum bersih tidak segera diselesaikan oleh pemerintah, maka hal ini akan berdampak pada semakin lebarnya jurang kemiskinan,” katanya.

Baca Juga: “Dahaga di Surga Dunia”, Ironi dalam Krisis Air di Labuan Bajo

Bila pihak kepolisian tidak segera melakukan investigasi dan memeriksa Dirut PDAM terkait dugaan jual beli air menum bersih, maka GERTAK dan beberapa aliansi rakyat akan menggelar demonstrasi sebagai bentuk perlawanan terhadap para mafia-mafia air minum bersih di kota itu.

“Kalau pihak kepolisian tidak segera melakukan investagasi terkait persoalan ini, maka GERTAK menduga Kepolisian Resor Manggarai Barat juga sedang melindungi para mafia air minum bersih di kota Labuan Bajo,” tandasnya.

ARD/Floresa