Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Fransiskus Gero. (Foto: Floresa).

Ruteng, Floresa.co – Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Fransiskus Gero, mengungkapkan kendala hingga bangunan SDN Rahung di Kecamatan Satar Mese Barat sampai saat ini belum dibangun.

Menurut Gero, sebenarnya pada tahun ini, dengan dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020, dinasnya sudah mengusulkan penambahan ruang kelas. Namun terhambat karena operator sekolah tersebut salah menginput data jumlah ruang kelas.

““Untuk Anggaran 2020 kami sudah usulkan. Pada tahun 2019 (pernah diusulkan) namun ditolak oleh aplikasi Krisna (Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran-red). Dan ternyata penyebabnya karena kekeliruan operator sekolah dalam menginput data,” kata Gero kepada Floresa.co.

Baca Juga: Pembangunan Gedung SDN Rahung Satarmese Sudah Dibahas DPRD dan Pemerintah

Menurut Gero, seharusnya, jumlah ruang kelas yang diinput ialah lima ruangan, namun yang diinput operator berjumlah enam. Pihaknya pun, kata Gero sudah mengingatkan operator untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Lebih lanjut, Gero menyatakan, pemerintah kabupaten itu memberi perhatian penuh pada kemajuan pendidikan, termasuk pemenuhan fasilitas pendidikan di SDN Rahung,

“Kami tetap upayakan untuk pemenuhan fasilitas pendidikan di SDN Rahung, pembangunan ruangan kelas tetap menjadi prioritas. Namun karena keterbatasan dana sehingga dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga: SDN Rahung, Satar Mese Barat: Delapan Tahun Memanfaatkan Gedung Reyot

Ia menambahkan, selain ruang kelas, laboratorium perpustkaan, ruang guru, kantor dan kantin sekolah akan dibangun secara bertahap.

“Kami pastikan pembangunan  ruangan kelas di SDN Rahung akan dilakukan, tetapi untuk tahun 2020 belum bisa, karena kesalah input data dari oprator sekolah,” pungkasnya.

Engkos Pahing/Floresa