Habiba, salah seorang warga Desa Bea Ngencung sedang menimbah air. (Foto: Floresa)

Borong, Floresa.co – Mendapatkan air bersih, bukanlah perkara mudah bagi Habiba, warga Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.

Setiap hari ia mesti jalan kaki menuju sumber air.

“Setiap hari (saya) ke sini,” katanya kepada Floresa.co, Sabtu 16 November 2019 saat ditemui di sumber air itu, yang jaraknya satu kilometer dari kampungnya.

“Setiap hari kami jalan kaki pikul jerigen air dan ember pakaian,” lanjut ibu berusia 54 tahun tersebut.

Ia dan warga lain di Bea Ngencung tidak punya pilihan lain, karena itu satu-satunya sumber air di wikayahnya.

“Sumber air yang bersih untuk minum dan masak hanya ini,” kata Habiba.

Menurutnya, ada lima kampung di desa itu yang mengambil air dari sumber itu.

Total masyarakat desa itu mencapai 1.579 jiwa dari 349 keluarga.

Habiba berharap, pemerintah bisa menyalurkan air itu, yang debitnya cukup besar, hingga ke kampung mereka.

“Kami sudah terlalu lama sengsara,” katanya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh  Siprianus Dabur (38), warga tetangga kampung Habiba.

Menurut Dabur, negara mestinya hadir ditengah kesulitan warga.

“Kami berharap pemerintah bisa bantu bangun pipa air menuju kampung kami,” pintanya.

ADR/Floresa