Ilustrasi. (Foto: Ist)

Floresa.coSiswi SD asal Desa Pong Lale, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh warga sekampungnya yang sudah memiliki tiga orang anak.

Ditemani ayahnya di sela-sela proses pemeriksaan di Polres Manggarai, Senin, 18 November 2019, gadis 10 tahun ini mengisahkan bagaimana terduka pelaku PK merayunya.

“Saya diberi permen, sama uang dua ribu rupiah,” katanya kepada Floresa.co, sambil menangis.

Terduga pelaku, kata dia, kemudian memasukkan jari ke alat vitalnya.

Dugaan pelecehan ini kemudian bisa diketahui setelah orangtua korban melihat perubahan perilaku pada anak mereka, di mana ia sering gelisah dan murung.

Setelah dicek di RSUD Ben Mboi, Ruteng pada 7 November, ditemukan bukti pelecehan seksual pada alat vitalnya.

Orangtuanya pun melapor kasus ini ke Polres Manggarai.

VK, ayah korban mengatakan, dirinya berharap polisi bisa bertindak cepat, dengan segera mengamankan pelaku, mengingat hingga kini pelaku masih bebas, padahal kasusnya sudah dilaporkan sejak 7 November.

“Batin kami aman pak ketika polisi bisa mengamankan pelaku,” katanya.

“Yang menjadi ketakutan kami, pelaku nekat menghabisi nyawa anak kami,” tambahnya.

Engkos Pahing/Floresa