Dalam rekonstruksi pada Selasa 29 Oktober 2019, SA sedang melakukan adegan penggalian tanah untuk menguburkan bayinya yang disaksikan oleh penyidik dari Unit PPA Satreskrim Polres Manggarai. (Foto: Floresa)

Ruteng, Floresa.co SA, tersangka sekaligus ibu dari bayi yang dibuang di Ruteng, Kabupaten Manggarai dilaporkan sempat membuat status di aplikasi layanan pengiriman pesan Whats App beberapa jam sebelum jasad bayi itu ditemukan pekan lalu.

Informasi tersebut diperoleh Floresa.co pada Jumat, 1 November dari salah seorang rekan SA yang mengaku melihat status itu dan kemudian chatting dengan SA perihal isi status itu.

Menurut rekannya itu yang meminta namanya ditulis, sebelum  warga di Ruteng heboh dengan penemuan jazad bayi itu pada 24 Oktober pagi, SA menulis di status WA-nya informasi terkait penemuan bayi itu.

“Penemuan bayi di Ngencung. Kurang lebih sudah 3 hari,” demikian isi status SA yang bukti tangkapan layarnya ada pada Floresa.co.

Sambungan telepon tidak bisa terhubung ketika Floresa.co mencoba mengontak nomor 0821-4672-xxxx milik SA. Aplikasi WA-nya juga sudah tidak aktif sejak hari ini, pukul 11.00 Wita.

Rekannya tersebut mengabarkan kepada Floresa.co bahwa ia sempat chatting dengan SA perihal isi status itu. Ia meminta tangkapan layar chatting itu tidak disebarluaskan, namun mengizinkan jika menyalinnya kembali:

Berikut adalah kutipannya chat mereka:

Rekan SA: Di mana itu kak.. Di Mbeling ko?

SA: Tidak. Di Ruteng.

Rekan SA: pelakunya sudah ketahuan, ko?

SA: Belum diketahui.  Bagaimana  bisa diketahui, sudah tiga hari, ade..

Rekan SA menjelaskan, ia membaca dan melakukan chat dengan SA pada 24 Oktober pukul 08.04 – 08.14 WITA, seperti tercantum pada WA-nya, sementara status SA dibuat pada pukul pukul 00.20 Wita atau sebelum warga di Ruteng dihebohkan dengan penemuan jasad bayi.

Bayi tersebut ditemukan hampir sembilan jam kemudian, sekitar pukul 09.00 Wita dalam keadaan terbungkus di dalam kantong plastik.

Kalau dihitung mundur, dari jam SA membuat status di WA-nya yang menulis “kurang lebih sudah 3 hari”, maka waktu bayi itu dibuang sama dengan keterangan SA di hadapan penyidik Polres Manggarai yaitu tanggal 22 Oktober tengah malam.

Kepastian perihal waktu bayi itu dibuang dan siapa pelaku sekaligus ibunya baru diketahui setelah SA diciduk polisi pada tanggal 25 Oktober.

AKA/Floresa