Marsel Jeramun (Kanan) Wakil Ketua dan Edi Endi Ketua DPRD Mabar (Kiri) saat memimpin RDP penolakan Grab bersama AWSTAR di Kantor DPRD Mabar, Selasa 29 Oktober 2019. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.co – Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT Marsel Jeramun menduga perjuangan pihak Asosiasi Transportasi Wisata Darat (AWSTAR) Labuan Bajo yang menolak kehadiran transportasi online Grab beroprasi di kota itu bermuatan politis.

Pernyataan itu disampaikan Marsel usai dirinya membaca  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD dan ART) AWSTAR di mana dirinya mendapati nama salah satu bakal calon (Balon) Bupati Mabar sebagai penanggungjawab organisasi itu.

“Muda-mudahan organisasi ini murni sosial. Kalau lihat di belakangnya ini, saya tidak mau sebut, salah satunya ini, disebut-sebut calon bupati 2020 ini. Jangan sampai ada muatan politisnya. Kita bisa membaca orang, analisasi dan macam-macam,” kata politisi Partai Amanat Nasional itu saat pergelaran RDP bersama pihak AWSTAR di Kantor DPRD Mabar, Selasa, 29 Oktober 2019.

“Ini sudah menjadi buku sucinya organisai ini, anggaran dasar, anggaran rumah tangganya. Tidak main-main,” katanya.

Baca Juga: RDP Penolakan Grab Hanya Dihadiri 10 Anggota DPRD Mabar

Marsel sendiri jugas tidak menyebut secara spesifik siapa Balon Bupati yang dimaksud.

Lantas, pernyataan Marsel membuat anggota AWSTAR yang duduk di bagian selatan ruang rapat DPRD bersuara. Salah satunya ialah Humas AWSTAR, Melkiades Sayudin yabg langsung membantah pernyataan Marsel.

“Tidak ada (muatan politis) sama sekali pa,” kata  Melkiades Sayudin.

Bersama Marsel, ada Ketua DPRD Mabar Edi Endi, yang memimpin RDP itu. Edi sendiri merupakan salah satu Balon Bupati Mabar 2020. Hadir juga delapan anggota DPRD lainnya. Sementara sisanya, sekitar 20-an orang tidak hadir.

RDP yang berakhir sekitar pukul 14.30 Wita itu menghasilkan sejumlah rekomendasi dari pihak DPRD untuk AWSTAR. Salah satunyanya agar pihak AWSTAR memperkuat diri secara organisasi serta memenuhi semua kewajiban-kewajibannya.

Pihak DPRD juga mengharapakan pihak AWSTAR agar memberi waktu kepada lembaga untuk mengkaji tentang transportasi online Grab.

ARJ/Floresa