BerandaPERISTIWASeminar Nasional Kesehatan Jiwa...

Seminar Nasional Kesehatan Jiwa Akan Digelar di Borong-Matim

Borong, Floresa.co Kelompok Kasih Insanis (KKI) akan menggelar Seminar Nasional Kesehatan Jiwa di Borong, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur (NTT), pada Kamis, 31 Oktober 2019.

Menurut Ketua KKI NTT, Pastor Advent Saur, SVD, seminar itu didorong karena belum adanya upaya penanganan medis, masih masifnya stigma sosial, diskriminasi, bullying dan perlakuan tidak adil lainnya kepada penyandang gangguan jiwa di Provinsi NTT, khususnya di kabupaten itu.

“Para sukarelawan berjalan dari titik ke titik di wilayah Kabupaten Manggarai Timur untuk mendatakan penderita gangguan jiwa, mengunjungi yang terpasung, dan yang berkeliaran di jalanan dalam Kota Borong dan pelosok-pelosok kampung, serta yang berdiam saja di rumah,” kata Pastor Avent Rabu, 30 Oktober 2019.

“Semua penderita belum mendapat perawatan medis dari para petugas kesehatan, sekaligus mengalami perlakuan diskriminatif dari keluarga dan warga masyarakat di sekitar, serta mendapat stigma sosial yang kental,” katanya.

Karena itu, kata dia, sebagai langkah awal untuk mengakomodasi dan menyatukan keterlibatan semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dalam mengatasi persoalan gangguan jiwa di wilayah ini, maka pihaknya menggelar seminar kesehatan jiwa.

Baca Juga: Komitmen Setengah Hati Pemkab Manggarai Timur Tangani ODGJ

Ia menjelaskan, seminar tersebut bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang kesehatan jiwa dan tentang gangguan jiwa serta regulasi baik undang-undang maupun peraturan menteri kesehatan dan peraturan menteri sosial tentang pelayanan kesehatan jiwa; membongkar pandangan negatif atau stigma sosial terhadap penderita gangguan jiwa; dan mendorong semua pihak agar stop pasung terhadap penderita gangguan jiwa.

Selain itu, katanya untuk mendorong pemerintah agar terciptanya program dan kebijakan serta sistem pelayanan kesehatan jiwa.

ia juga berharap, melalui seminar itu, DPRD bisa mengalokasikan anggaran pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial terhadap penderita gangguan jiwa melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Manggarai Timur.

Seminar bertajuk “Mengupayakan Kesehatan Jiwa di Manggarai Timur: Bebas Pasung, Bongkar Stigma, dan Stop Diskriminasi terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa” ini menghadirkan Psikiater Albert Maramis, mantan Konsultan WHO Filipina sebagai pembicara utama.

Selain itu, KKI juga akan menghadirkan pihak Pemkab dan DPRD Manggarai timur sebagai pembicara sekunder.

ADR/ Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Rentetan Aksi Represif Aparat di Labuan Bajo: Warga di Kafe Diserang dan Dipukuli

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri. Dimulai dengan tembakan peringatan, aparat melakukan penyerangan dengan memukul warga serta merusakkan beberapa kursi di dalam kafe.

Jokowi Umumkan Pulau Rinca untuk Pariwisata Massal, Pulau Padar dan Komodo untuk Pariwisata Eksklusif

Skema ini mengancam keutuhan Taman Nasional Komodo sebagai rumah perlindungan aman bagi satwa langka Komodo dari ancaman kepunahan akibat perubahan iklim dan dari desakan aktivitas eksploitatif manusia. Dengan skema itu pula, telah terjadi perubahan drastis paradigma pembangunan pariwisata dari ‘community based-tourism’ menjadi ‘corporate-driven tourism’.

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Perusahaan-perusahaan yang Pernah dan Masih Mengantongi Izin Investasi di Taman Nasional Komodo  

Selama sekitar dua dekade terakhir, Taman Nasional Komodo menjadi bancakan investor untuk mengais rupiah. Meskipun berstatus wilayah konservasi binatang purba komodo, namun perusahaan-perusahaan masih mendapat izin investasi.

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Buntut Kenaikan Tarif ke TN Komodo, Pelayanan Jasa Wisata di Labuan Bajo akan Mogok Massal, Dimulai 1 Agustus 2022

“Kami dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dalam menyepakati komitmen pemberhentian semua pelayanan jasa pariwiata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2022,” demikian ditegaskan pelau wisata.

Polemik Kenaikan Tarif Masuk: Ke mana Arah Pengelolaan Taman Nasional Komodo?

Jika pemerintah memang punya maksud serius untuk konservasi dengan membatasi kunjungan wisata [mass tourism], tetap ada jalan lain, misalnya mengatur lalu lintas wisata secara terjadwal. Kebijakan-kebijakan seperti ini seharusnya tertuang dalam Integrated Tourism Master Plan [ITMP]. Sayangnya, ambisi mengambil untung menutup mata pemerintah dalam pengelolaan pariwisata yang bertanggung jawab pada aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.

Catatan Sosialisasi Kenaikan Tarif ke TN Komodo: Irman Firmansyah Ajak Berdebat Secara’Akademis’ dan Pelaku Wisata yang Kukuh Menolak  

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Irman Firmansyah memantik keributan dalam ruangan setelah mengajak siapapun untuk berdebat, dengan catatan lawannya tersebut ialah seorang akademisi. “Kalau ada yang mau berdebat akademik, saya ‘open’, tapi sesama akademisi. Kalau yang tidak juga nanti akan habis waktu,” ujarnya.