Ilustrasi

Borong, Floresa.co – Hendrikus Daiman, salah seorang warga Dusun Neros, Desa Paangleleng, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur mengaku kesal dengan pihak PLN.

Pasalnya, dusun-dusun lain di desanya sudah dialiri arus listrik PLN sejak tahun lalu, sementara di Dusun Neros, listrik belum juga masuk.

“Sedih sekali. Kami sangat kecewa kepada PLN, karena dusun-dusun lain di desa ini sudah mendapatkan aliran listrik PLN, sementara kami di Dusun Neros yang juga desa Pangleleng, belum (mendapatkan aliran listrik PLN),” ungkap Hendrikus kepada Floresa.co, Senin, 28 Oktober 2019.

Keluhan yang sama juga diungkapkan oleh Maksimus Seong, warga sekampung Hendrikus.

Maksimus menilai, mereka dianaktirikan oleh pemerintah dan pihak PLN.

“Kami saat ini seakan-akan dianaktirikan. Masa di Desa Pangleleng cuma¬† kami di Dusun Neros saja yang belum dapat jaringan listrik PLN. Apakah kami bukan warga desa Pangleleng?” ujar Maksimus.

Ia mengatakan, berkat adanya listrik warga dusun lain di desa itu sudah bisa menjalankan usaha seperti meubel, bengkel las, dan usaha lain yang menggunakan listrik.

“Kami belum bisa menikmati semuanya itu,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, anak-anak mereka yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, terpaksa tetap mengandalkan lampu pelita saat belajar malam.

Program Desa Menyala yang dicanangkan Presiden Jokowi, kata dia, mestinya harus merata dan adil.

Ia berharap listrik PLN segera masuk ke Dusun Neros.

“Kami berharap kepada pihak PLN Rayon Ruteng Manggarai bisa memasang jaringan listrik PLN ke sini,” tandasnya.

ADR/Floresa