Utusan Grab saat bertemu dengan Bupati Dula di Labuan Bajo, Rabu 23 Oktober 2019. Dalam pertemuan itu, hadir juga Ketua Kadin Mabar Carles Ang (Kanan luar). (Foto: Istimewa).

Labuan Bajo, Floresa.coPihak perusahaan transportasi online Grab menggelar pertemuan dengan Bupati Manggarai Barat (Mabar), NTT Agustinus CH Dulla pada Rabu pagi, 23 Oktober 2019.

Selain mengaskan pertemuannya dengan pihak Grab hanya sebatas perkenalan, Bupati Dula juga mengaku menitipkan sejumlah pesan kepada perusahaan yang bermarkas di singpura itu.

“Mereka (Grab) tadi datang memperkenalkan (diri). Saya bilang, kedatangan kamu ini, harus pikir-pikir. Karena kamu boleh memperkenalkan diri, pasti, saya punya sopir taksi yang hari ini mata pencahariannya (sopir) di taksi, mengira grab sudah masuk Labuan Bajo,” kata Bupati Dula mengulang pesannya untuk pihak grab di hadapan pengemudi yang tergabung dalam Asosiasi Angkutan Wisata Darat (AWSTAR) Labuan Bajo di kantornya, Rabu sore, 23 Oktober.

Lebih lanjut, jelasnya, jika saja Grab beroperasi di Labuan Bajo, semestinya harus sepengetahuan dan diwajibkan untuk mensosialisasikannya, terutama dengan pihak-pihak yang sudah lama menjalankan bisnis transportasi di kota itu.

“Kalau jalan tanpa kita tau sistemnya bagaimana tiba-tiba saja, grab lebih gampang, grab lebih cepat, bagaimana sudah kita ini. Sehingga memang, tidak segampang itu,” katanya.

“Sebelum resmi dipakai, artinya mereka mengerti semua. Resmi dipakai juga dalam arti sudah setuju. Kalau masih ada yang belum setuju, itu yang repot,” tambahnya.

Baca Juga: Asosiasi Angkutan Wisata Darat Nilai Grab Belum Layak Beroperasi  di Labuan Bajo  

Selain itu, katanya, bukan hanya hal-hal baik saja yang disampaikan oleh Grab, hal-hal buruk juga wajib disampaikan.

“Panggil semua. Jelaskan dulu grab ini, baik-buruknya, untung ruginya,” ungkapnya.

Lebih jauh, tegasnya, kehadiran Grab semestinya harus bisa menguntungkan pengemudi lokal. Namun, menjadi bermasalah ketika pengemudi lokal kehilangan pendapatan.

“Saya pikir begitu juga, jangan sampai mereka ini (pengemudi lokal) kehilangan pendapatan. Kalau bisa meningkatkan pendapatan, kalau kita sepakat, tinggal didiskusikan bagaimana kesepakatannya,” katanya.

“Jangan sampai monopoli, catat itu!” tegasnya.

Ia menambahkan dalam pertemuan dengan utusan grab, ia berpesan Grab tidak mengklaim jika dirinya menyetujui perusahaan yang berbasis di singapura itumelebarkan sayap bisnisnya di Labuan Bajo.

Baca Juga: Janji Pamit dari Labuan Bajo, Pihak Grab Malah Temui Bupati, Pengemudi Lokal Protes

“Saya omong tadi, jangan sampai kamu datang ke sini, menjusifikasi Grab, lalu di luar menduga bupati setuju. Kamu datang ke sini saya bilang, bawa dinas perhubungan, kalau bisa bawa dengan ketua asosaisi, lapor ke saya,” ujarnya.

“Jangan sampai di luar merasa, oh bupati sudah setuju, bupati tidak lagi berpihak ke kami,” tutupnya.

Pertemuan antar Bupati Dula dengan pengemudi lokal itu terjadi usai para pengemudi itu menggelar protes karena menilai Grab ngotot mau melebarkan sayap bisnisnya di Labuan Bajo. Pada rabu pagi, para pengemudi itu ramai-ramai mendatangi kantor bupati karena pihak Grab menggelar pertemuan dengan bupati.

Padahal, sebelumnya, dalam pertemuan dengan para pengemudi, Muhamad Helmi, utusan Grab yang melakukan pemetaan wilayah di Labuan Bajo berjanji akan meninggalkan kota itu dan tidak melanjutkan aktivitasnya.

Dalam pertemuan dengan bupati itu, hadir beberapa orang utusan grab, yakni Firman, James dan Helmi sendiri yang ditemani Ketua Kadin Mabar, Carles Ang.

ARJ/Floresa