Donaus Arus, warga Desa Golowuas Matim yang mengalami luka bakar saat hendak menyelamatkan kebunnya dari kobaran api. (Foto: Floresa).

Borong, Floresa.co – Donatus Arus (70) warga Kampung Watu, Desa Golowuas, Kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur (Matim) mengalami luka bakar pada kedua kakinya usai berusaha memadamkan api masuk ke kebun cengkeh mmiliknya.

Kepada Floresa.co, Rabu malam, 23 Oktober 2019 Donatus menjelaskan, cengkeh miliknya itu sudah siap dipanen.

“Saya berusaha memadamkan kobaran api itu agar tidak merambat ke lahan milik saya,” katanya.

Namun, karena kobaran yang terlampau besar ditambah hembusan angin yang cukup deras, Donatus pun mengalami musibah itu.

“Angin bertiup sangat kencang. Api semakin membesar dan membakar kedua kaki saya. Untung saja keluarga cepat menolong saya sehingga saya masih bisa selamat,” tuturnya.

Bukan hanya kakinya yang terbakar, tanaman pertanian miliknya ikut terbakar.

“Ada lima pohon cengkeh yang sudah berbuah dan tinggal beberapa hari lagi mau panen. Selain itu ada beberapa pohon cengkeh lain yang belum berbuah juga ikut terbakar,” jelasnya.

Baca Juga: Kebakaran di Elar Selatan Matim: Ratusan Hektar Lahan dan Cengkeh Siap Panen Hangus

Ia berharap, pemerintah desa turun tangan dan memberikan bantuan untuk warga yang menjadi menjadi korban.

“Kami sangat berharap semoga pemerintah khususnya pemerintah desa tidak tutup mata atas kejadian ini,” harapnya.

Pasca kebakaran itu hingga hari ini, pemerintah desa setempat sama sekali belum menemui warga korban.

“Menurut kami ini adalah bencana yang dialami warga watu. Tapi aparat desa yang ada di watu tidak pernah gubris dengan masalah ini,” katanya.

Sementara itu, PLT Desa Golowuas Kristo Salur kepada Floresa.co, Kamis 24 Oktober 2019 mengatakan, pihaknya belum turun tangan karena masih menunggu laporan dari aparat desa.

“Saya masih menunggu laporan resmi dari kepala dusunya. Nanti kalau sudah ada biar kita buat usulanya ke Camat, selanjutnya ke Kabupaten,” katanya.

Gabrin Anggur/Floresa