Staf Setda NTT tengah melakukan squat jump dihukum oleh Gubernur Laiskodat. (Foto: Istimewa).

Kupang, Floresa.co – Sebuah video yang beredar di grup-grup whatsapp dan memperlihatkan sekumpulan orang tengah melakukan squat jump ternyata diambil dalam acara kedinasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) di GOR Oepoi Kupang, pada Kamis, 24 Okober 2019.

Dalam video berdurasi 22 detik itu, nampak tujuh orang berbaju putih dan dua lainya berbaju biru melakukan squat jump di hadapan sekitar ratusan orang yang memenuhi GOR tersebut.

Sembari melakukan squat jump, terdegar suara yang menghitung jumlah gerakan kesembilan orang tersebut.

“Satu, dua tiga,,,,,,,,,” demikian terdengar.

Mengutip kabarntt.com, Kamis 10 Oktober 2019, disebutkan, yang melakukan squat jumt itu ialah Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda NTT, Doris Rihi bersama stafnya.

Mereka mendapat hukuman dari Gubernur NTT, Viktor  Bungtilu Laiskodat karena sound sistem mengalami gangguan dalam acara rapat kerja (Raker) dengan para bupati, Walikota Kupang, para camat, lurah dan kepala desa se-NTT yang dihadiri Gubernur Laiskodat.

Pengeras suara ini diketahui sudah mengalami gangguan saat doa yang dipimpin Kakanwil Kemenag NTT, Sarman Marselinus. Usai doa, dilanjutkan dengan laporan panitia oleh Doris Rihi.

Sebelum Doris membacakan laporan, Staf Humaspro NTT sempat mengganti mike, namun sialnya, tetap tidak berfungsi dengan baik.

Setelah menyampaikan laporan, Doris Rihi beranjak ke arah Gubernur Laiskodat hendak memberi hormat.

Namun, saat bersamaan Gubernur Laiskodat memerintahkan Doris dan stafnya yang mengurus sound system melakukan squat jump di hadapan tamu uandangan.

ARJ/Floresa