Pengemudi Lokal yang mendatangi Kanto Bupati Mabar usai mendengar pihak Grab menemui bupati. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.coPuluhan pengemudi angkutan lokal di Labuan Bajo tiba-tiba mendatangi Kantor Bupati Manggarai Barat (Mabar), NTT pada Rabu pagi, 23 Oktober 2019, sekitar pukul 10.15 Wita sesaat usai pihak angkutan online, Grab menemui Bupati Agustinsu CH Dula.

Pengemudi memprotes karena pihak Grab dinilai melakukan penipuan usai sebelumnya berjanji tidak akan melanjutkan usaha mendatangkan angkutan online itu di Labuan Bajo.

“Dia (Muhammad Helmi) kemarin membuat pernyataan di WA (Whatapp) dengan kami bahwa dia tidak akan melanjutkan kerjanya di Labuan Bajo. Dia  juga berjanji tidak akan datang temui bupati untuk mendatangkan grab. Oke kami deal (sepakat), makanya kami diam,” kata Melkiades, salah satu pengemudi yang mendatangi kantor bupati.

Muhammad Helmi merupakan utusan Grab yang ditugaskan ke Labuan Bajo untuk melakukan pemetaan dan koordinasi denegan pihak terkait.

Menurut Melkiades, walaupun sudah ada perjanjian itu, mereka kaget karena mendapat informasi pihak Grab tetap ngotot menemui Bupati Dula.

“Sekarang, dia ada di sini, apa tujuannya? Dia harus bertanggung jawab dengan pernyataannya sebelumnya dengan kami. Harus bertanggung jawab dia. Kami hanya minta itu,” katanya.

Sementara itu, salah satu utusan Grab dari Jakarta, Firman menyatakan kesiapannya untuk mendengar aspirasi dari pengemudi lokal.

“Kita mau mendengar aspirasi dari teman-teman sih kendala hingga membuat teman-teman menolak,” katanya.

Baca Juga: Asosiasi Angkutan Wisata Darat Nilai Grab Belum Layak Beroperasi  di Labuan Bajo 

Sebelumnya, pada 16 Oktober lalu, pengemudi lokal menggelar pertemuan dengan utusan Muhammad Helmi di depan Bandara Komodo. Saat itu, pengemudi lokal mati-matian menolak kehadiran Grab. Waktu itu, Helmi  sendiri berjanji akan meneruskan aspirasi pengemudi lokal kepada perusahannya.

““Mungkin nanti, saya lapor dulu ke pusat seperti apa perkembangannya, kalau memang masih bisa diterima, kita lanjutkan, kalau tidak bisa, kita mundur daripada ada gesekan,” kata Helmi kala itu.

Dua hari setelah dialog itu, Jumat 18 Oktober, pengemudi lokal juga menemui Helmi di penginapannya, di Hotel Kasuari, Gang Pengadilan Labuan Bajo meminta agar segera berhenti memperjuangkan Grab untuk didatangkan ke Labuan Bajo.

Namun, selepas pertemuan itu, pihak Grab, kata Melkiades malah ngotot untuk mendatangkan Grab dan menemui Bupati Dula.

“Kalau bisa, pulangkan dia dari Labuan Bajo. Pulangkan dia dari sini. Itu yang kami datang minta sekarang pa. Dia masih ada WA-nya dengan saya. Sesuai kesepakatan, dia bilang, saya tidak akan melakukan pemetaan wilayah lagi untuk Labuan Bajo, yang artinya batal, dia bilang,” tuturnya.

Pantauan Floresa.co, aksi pengemudi lokal itu sempat membuat seisi kantor bupati gaduh. Pegawai yang sedang bekerja langsung berhamburan keluar. Pengemudi sendiri berteriak-teriak di luar kantor bupati hingga membuat Satpol PP dan polisi setempat turun mengamankan situasi.

Selain Helmi dan Firman, perwakilan grab dari Kupang yakni James Julete juga hadir di Kantor Bupati.]

Tonton Videonya Berikut

ARJ/Floresa