Foto: Ilustrasi

Borong, Floresa.co – Konflik perebutan lahan di wilayah perbatasan Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dengan Kabupaten Ngada terjadi pada Sabtu, 19 Oktober 2019.

Menurut Camat Elar Selatan, Stephanus Lamar, kejadian itu dimulai dengan aksi saling kejar antara dua kelompok warga, yakni warga Desa Sangan Kalo-Matim dengan warga Desa Benteng Tawa-Ngada.

“Masalah tanah milik warga Sangan Kalo yang selama ini digarap oleh warga Desa Benteng Tawa, Kabupaten Ngada. Lokasi tanah tersebut dalam wilayah Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur,” kata Camat Stephanus kepada Floresa.co melalaui pesan WhatsApp pada Sabtu malam, 19 Oktober.

Konflik ini mengakibatkan satu warga Benteng Tawa meninggal dunia; dan tiga warga Sangan Kalo mengalami luka, tertembak Senapan Angin.

Menurut Camat Elar Selatan, situasi saat ini sudah mulai kondusif karena pihak keamanan (Polri dan TNI) bersama pemerintah dari dua wilayah sudah mengamankan dua kelompok warga yang terlibat konflik itu.

ARD/Floresa