Bupati Manggarai, Kamelus Deno memberikan bantuan kepada warga Manggarai pengungsi konflik Papua. (Foto: Floresa).

Ruteng, Floresa.co – Warga Kabupaten Manggarai pengungsi konflik Papua tiba di Manggarai pada Kamis, 17 Oktober 2019 yang langsung disambut Bupati Deno Kamelus di Gedung Nucalala pada pukul 11.30 Wita.

Warga pengunsi tersebut berjumlah 21 orang yang terdiri dari 16 orang dewasa dan 5 orang anak.

Informasi yang diperoleh floresa.co, mereka berasal dari 5 kecamatan di kabupaten itu yakni, Kecamatan Ruteng, Lelak, Satarmese Barat, Satarmese Utara dan Satarmese.

Fitus Amal, salah satu dari pengungsi menceritrakan kronologi peristiwa yang terjadi pada 23 September, 2019 di Wamena itu.

“Pada waktu itu Kota Wamena diserang oleh salah satu kelompok yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Kelompok itu, tutur Fitus, mengenakan pakaian putih abu-abu (seragam SMA-red) semua.

“Mereka menyerang kota Wamena dengan membakar ruko-ruko dan yang paling tragisnya lagi manusiannya mereka bunuh,” jelasnya.

Baca Juga: Breaking News: Warga Manggarai Pengungsi Konflik Papua Tiba di Labuan Bajo

Pengakuan Fitus, mereka bisa selamat karena dibantu oleh warga asli Wamena.

Pasca kejadian itu, mereka meninggalkan Wamen dan memilih pulang ke Manggarai.

Mereka tiba di Pelabuhan Laut Labuan Bajo pada, Kamis, dini hari, 17 Oktober 2019 yang langsung dijemput Pemda Manggarai.

Mereka juga mendapat bantuan berupa uang sebesar 1,5 juta per orang dan beras 50 kg.

“Uang tersebut jangan liat nilainnya tetapi kepeduluan dari pemerintah itu besar terhadap mereka,” kata Deno.

Terdapat sekitar 80-an warga dari tiga Kabupaten di Manggarai yang memilih pulang. Sementara, sampai saat ini, dikabarkan masih ada yang memilih bertahan di sana karena beragam alasan.

Engkos Pahing/Floresa