Warga asal Manggarai Barat sedang berada dalam kapal laut yang membawa mereka dari Papua ke Makassar, untuk kemudian menyeberang ke Labuan Bajo. (Foto: Ist)

Floresa.co – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) membantu membiayai sebagian dari biaya perjalanan pulang warganya yang kembali ke kampung halaman pasca konflik di Papua.

Saat ini, 87 warga Mabar sedang menyeberang dengan kapal laut dari Papua menuju Makassar, Sulawesi Selatan dan selanjutnya akan terus ke Labuan Bajo.

Mereka telah berangkat dari Papua pada Jumat, 11 Oktober dan diperkirakan tiba di Makassar pada Selasa esok, lalu selanjutnya menuju Labuan Bajo pada Rabu, demikian menurut Tarsisius, perwakilan dari ikatan keluarga Manggarai-Papua yang kini berdomisili di Jayapura.

Biaya perjalanan dari Jayapura ke Makassar, kata dia, dibantu oleh warga Manggarai yang ada di Jayapura, sementara dari Makassar ke Labuan Bajo dibantu oleh Pemkab Mabar, atas permohonan para pengungsi.

Yulti Jalu, Kepala Seksi Perlindungan Korban Bencana Alam dan Sosial di Dinas Sosial Mabar mengonfirmasi terkait bantuan itu.

Namun, kata dia, secara teknis, mereka menanti petunjuk kepala dinas.

“(Kami) tunggu arahan dari kepala dinas,” katanya.

Selama ini, para mengungsi menetap dan mencari nafkah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Mereka kemudian mengungsi ke Jayapura sejak kerusuhan pada 23 September yang menewaskan 33 orang dan melukai ratusan orang lainnya.

Paul Esar, salah seorang warga yang ikut kembali ke kampung halamannya mengatakan, mereka berterima kasih atas kesediaan pemerintah meringankan beban mereka.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Manggarai Barat dan semua elemen yang membantu kami untuk dipulangkan ke Manggarai,” ungkapnya.

Tarsisius mengatakan, saat ini, masih ada belasan orang warga Mabar yang memilih bertahan di Jayapura. Menurutnya, mereka memiliki alasan beragam untuk bertahan.

Sebagaimana dilaporkan floresa.co sebelumnya, lebih dari 200 orang warga Manggarai Raya bertahan di pengungsian di Jayapura selama beberapa pekan terakhir.

Mengaku kehilangan harta benda akibat kerusuhan, mereka pun meminta bantuan Pemkab di Manggarai Raya.

Sementara itu, dihubungi terpisah terkait langkah yang akan diambil pihaknya, Bupati Manggarai, Deno Kamelus mengatakan, ia sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial.

Ia menjelaskan, mereka pun sudah mengantongi data terkait korban yang berasal dari Kabupaten Manggarai.

“Kita siap membantu,” katanya, Senin, 14 Oktober.

Engkos Pahing/Floresa