Stiker KFC yang ditempel di dinding kaca bangunan Marina Komodo - Labuan Bajo. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.coWalaupun Ketua DPRD Manggarai Barat (Mabar), NTT Edistasius Endi masih mempertanyakan perizinan dan manfaat Marina Komodo – Labuan Bajo untuk masyarakat lokal, namun, pembangunan dan aktivitas bisnis di dalam pusat bisnis milik  BUMN itu nampak berjalan mulus.

Sejumlah outlet produk-produk ritel nasional – internasional sudah menempati dan berbisnis dalam los-los bangunan yang terletak tepat di mulut pelabuhan laut Labuan Bajo itu.

Pantauan Floresa.co, Jumat 11 Oktober 2019, terdapat beberapa outlet yang sudah beroperasi di antaranya, Sports Station yang merupakan salah satu perusahaan retail kebutuhan olahraga terkemuka di Indonesia, dengan lebih dari 500 store di seluruh Indonesia, memiliki koleksi alat-alat olahraga yang cukup lengkap mulai dari sepatu, pakaian olahraga, hingga aksesoris olahraga seperti tas, kaos kaki, dan banyak lagi produk menarik lainnya.

Lalu, ada juga BrunBrun Paris, produk kosmetik yang sudah memiliki lebih dari 60 toko di berbagai kota besar di Indonesia.

Baca Juga: Bangun Marina dan Hotel, Bagaimana Nasib PAD Mabar?

Ada juga Fila, yang merupakan salah satu perusahaan manufaktur perlengkapan olahraga terbesar di dunia. Didirkan pada tahun 1911 di Itali. Kini Fila telah dimiliki dan dioperasikan oleh Korea Selatan, sejak pengambil alihan pada tahun 2007.

Selanjutnya, ada Sunglass Planet yang juga perusahaan kacamata yang produknya sudah menyebar di kota-kota besar di Indonesia.

Perusahaan yang juga turut mengais rejeki dari keberadaan Marina ASDP ialah Starbucks Coffee. Perusahaan ritel asal Amerika ini sudah resmi beroperasi sejak Mei 2019. Pada peresmiannya, hadir Bupati Mabar, Agustinus Dula, Wakil Bupati Maria Geong, dan sejumlah pejabat lainnya. Gerai Labuan Bajo merupakan yang ke-403 di seluruh Indonesia.

Starbucks di Marina Labuan Bajo. (Foto: Floresa).

Sementara itu, ada juga Kedai Kopi, misalnya, Bacarita Café, milik Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Laiskodat serta Café Melinjo, restoran yang sudah memiliki cabang di beberapa kota besar di Indonesia, Apotik Kimia Farma, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sarinah,  L’art, Warung Made serta Inaya, hotel bintang lima yang kini sedang dalam proses pengerjaan.

Baca Juga: Banyak Dikuasai Investor, Ketua DPRD Mabar Akui Sulitnya Masyarakat Mengakses Pantai

Diperkirakan, masih banyak lagi perusahaan dengan berbagai jenis produknya yang siap melebarkan sayapnya ke Labuan Bajo melalui perusahaan BUMN Marina ASDP – Komodo. Salah satunya ialah KFC, salah satu perusaaan ayam goreng ritel terkemukan asal Amerika yang hampir sudah memiliki gerai di kota-kota besar di Indoensia. Di Marina Labuan Bajo sendiri belum beroprasi. Tetapi, salah satu los diduga sudah menjadi milik perusahaan multinasional tersebut.

Sebelumnya, Edi Endi menegaskan, pembangunan pusat bisnis milik perusahaan BUMN, PT Ferry ASDP itu tidak bermanfaat untuk masyarakat Mabar. Pasalnya, hanya pihak yang memilik modal besar yang bisa berusaha di sana.

“Marina dibangun untuk masyarakat Manggarai Barat, mereka harus mengambil bagian. Tapi, apa yang terjadi, kita hanya menonton. Kita punya kepuasan hanya sebatas mewahnya gedung. Lebih dari itu, tidak ada manfaat apa-apa,” katanya.

ARJ/Floresa