Anggota DPRD Matim Fraksi PDIP, Salesius Medi. (Foto: Floresa).

Borong, Floresa.co – Anggota DPRD Manggarai Timur (Matim), Salesius Medi, mengkritisi penempatan tenaga harian lepas (THL) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten itu yang menurutnya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan.

“Kalau basic-nya kesehatan, lalu ditempatkan di kehutanan, bagaimana?” katanya kepada Floresa.co usai paripurna penetapan APBD Perubahan 2019 di Kantor DPRD Matim, Senin, 30 September 2019.

Politisi PDIP itu mengklaim, pihaknya mengantongi data penempatan THL  di sejumlah OPD yang tidak sesuai latar belakang pendidikan itu.

“Ya, kita punya data,” katanya.

Selain mengkritik penempatan THL, ia juga berjanji mendorong Pemda mengevaluasi THL yang tidak ber-KTP kabupaten itu.

Ia beralasan, selama ini banyak THL itu tidak menetap di Matim atau memiliki KTP daerah di luar Matim dan lebih memilih menghabiskan uangnya di tempat mereka tinggal. Padahal, kata dia, THL itu bekerja dan mendapatkan uang di Matim. Buntutnya, katanya, peredaran uang di Matim rendah.

“Mereka (honorer yang tidak menetap di Matim) dapat uang di Matim lalu belanja di daerah lain. Padahal, kalau mereka tinggal di Matim, uang yang dapat di sini (Matim) mereka habiskan (belanja) di sini,” katanya.

Evaluasi honorer ini, kata dia, akan didorong pada Anggaran Induk 2020 mendatang.

“Untuk tahun ini, karena kita (Anggota) DPRD baru, jadi kita hanya ikut diakhir (pembahasan anggaran),” ujarnya.

ARD/Floresa