Tampak depan RSUD Ben Mboi Ruteng. (Foto: Floresa)

Ruteng, Floresa.coPernyataan Direktur Utama RSUD Ben Mboi Ruteng, dr. Elisabeth F. Adur terkait kurangnya tenaga sopir untuk mobil jenazah mendapat kritikan dari anggota DPRD Manggarai.

Dalam rapat paripurna pada Senin, 23 September 2019, dr. Elisabeth mengatakan, mobil jenazah di rumah sakit milik Pemkab Manggarai itu hanya beroperasi siang hari dan tidak melayani pasien pada malam hari karena ketebatasan tenaga sopir.

“Kita kekurangan sopir, makananya tidak bisa beroperasi pada malam hari,” katanya.

Kasus terkait mobil jenazah itu diangkat oleh Ossy Gandut, Wakil Ketua I DPRD Manggarai dalam sidang, menanggapi keluhan dari sebuah keluarga yang beberapa waktu lalu salah satu anggotanya meninggal pada malam hari di RSUD Ben Mboi.

Permintaan keluarga itu kepada pihak RSUD untuk mengantar jenazah tidak dilayani, dengan alasan kekurangan tenaga sopir.

Mereka kemudian menyewa mobil lain.

Matias Masir, Ketua DPRD Manggarai mengatakan, alasan  pihak RSUD Ben Mboi tidak bisa dibenarkan.

“Seharusnya kalau kekurangan dana untuk pengadaan sopir, disampaikan supaya kita siasati, agar mobil jenazah bisa beroperasi pada malam hari,” katanya.

“Kan kasian orang yang meninggal malam hari, tunggu sampai pagi baru bisa diantar ke kampungnya,” tutup Matias.

Engkos Pahing/Floresa