Warga NTT yang diusir perusahaan sawit di Kalimantan tengah menetap di tempat pengungsian. (Foto: Istimewa).

Ruteng, Floresa.coBupati Manggarai, Kamelus Demo mengaku pihaknya masih melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait nasib ratusan warga Manggarai yang menjadi korban pengusiran oleh perusahaan sawit di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Dinas terkait (Ketenagakerjaan) masih koordinasi dengan semua pihak, untuk mengetahui secara pasti duduk persoalan (mengapa warga Manggarai diusir oleh PT WTC – red),” kata Deno kepada Floresa.co, Senin siang, 23 September 2019.

Sebelumnya diberitakan, terdapat sekitar 450 warga dari tiga kabupaten yakni Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur, dari sekitar 600 jumlah keseluruhan warga NTT yang diusir oleh PT Wahana Tritunggal Cemerlang (WTC).

Mereka diusir karena melakukan protes terkait upah yang dinnilai tidak layak serta jaminan BPJS tenaga kerja dan BPJS kesehatan.

Deno menjelaskan, informasi sementara dari paguyuban Manggarai di Kaltim, sampai saat ini warga Manggarai yang diberitakan jadi korban itu sudah tersebar ke keluarga Manggarai di kabupaten Kutai Timur.

Deno mengklaim, mereka hanya berkumpul beberapa jam saja di salah satu kantor lalu dialihkan ke rumah-rumah keluarga Manggarai.

“Sempat berkumpul di salah satu kantor camat tapi hanya beberapa jam saja. Semua (informasi tersebut) kami dapat dari hasil koordinasi dan akan terus berkoordinasi,” katanya.

BACA JUGA: Ratusan Warga Jadi Pengungsi di Kaltim, Bupati Tiga Manggarai Didesak Ambil Sikap

Terpisah, Ketua DPRD Manggarai, Matias Masir sepakat dengan langkah yang sudah diambil Bupati Deno.

“Kami koordinasikan dulu dengan Dinas Tenaga Kerja kabupaten  Manggarai untuk mengetahui duduk persoalan yang dihadapi oleh warga Manggarai di kabupaten Kutai Timur tersebut,” kata Masir.

Lebih lanjut, politisi PAN itu mengatakan, Dinas Tenanga Kerja Kabupaten Manggarai akan melakukan komunukasi dengan pihak Kabupaten Kutai Timur.

“Hasilnya disampaikan sehingga  pihak Pemkab bersama DPRD untuk mengambil sikap,” kata Masir.

Menyelesaikan masalah itu, Matias berjanji pihaknya  siap berangkat ke Kabupaten Kutai Timur untuk bertemu warga tersebut.

“Tentu kami berangkat bersama Pemkab Manggarai, untuk bertemu pemerintah setempat utk sama-sama mencari langkah yang terbaik,” demikian Masir.

Tercatat, dari 450 warga Manggarai itu, terdapat sekitar 50 Balita, beberapa ibu hamil serta sejumlah orang lanjut usia.

AKA/Floresa