BerandaPOLITIKUntuk Keempat Kali, Viktor...

Untuk Keempat Kali, Viktor Slamet Berjuang Raih Kursi Bupati Manggarai

Ruteng, Floresa.co – Viktor Slamet kembali mengambil langkah untuk ikut dalam Pilkada Manggarai.

Mengingat ia sudah ikut dalam kontestasi perebutan kursi bupati sejak 2005, lalu 2010 dan sempat berjuang pada 2015 – kendati kemudian gagal meraih dukungan partai politik -, membuat ia tercatat untuk keempat kali ikut bertarung.

Kabar keikutsertaan Viktor diungkapkkan oleh Aven Mbejak, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai.

Ia mengatakan kepada Floresa.co, Kamis, 19 September 2019, Viktor telah ikut melamar partai berlambang banteng itu.

“Hari ini juga (Kamis) Pak Viktor Selamet juga telah melamar sebagai bakal calon bupati,” aku Aven Mbejak di Sekretariat PDI Perjuangan.

Viktor gagal meraih kemenangan pada Pilkada 2005 dan 2010. Tahun 2015, ia sempat mencoba maju lagi, berpasangan dengan Silvester Baeng. Namun, mereka bersama beberapa kandidat lainnya tidak bisa memenuhi syarat minimal dukungan kursi parpol di DPRD Manggarai, hal yang membuat Pilkada kemudian hanya diikuti dua pasangan calon, Deno Kamelus-Victor Madur dan Herybertus GL Nabit-Adolf Gabur.

Dengan ikut mendaftarnya Viktor, yang merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Pertanian, kini total bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati yang melamar ke PDIP sejak pendaftaran dibuka pada 19 September menjadi tiga orang.

Dari ketiganya, dua orang yang mendaftar sebagai bakal calon bupati yaitu Agustinus Ganggut dan Viktor Selamet, sementara satu orang melamar sebagai bakal calon wakil bupati yaitu Aloisius Selama.

Aven mengatakan, masih ada enam orang lagi yang sudah mengambil formulir pendaftaran, yaitu Kornelis Dola, Herybertus Ngabut, Herybertus GL. Nabit, Deno Kamelus, Yoakim Jehati dan Ossy Gandut.

“Mereka sudah mengambil formulir tetapi belum dikembalikan sekaligus melakukan pendaftaran,” tambahnya.

BACA JUGA:

Selain Nabit dan Peos, Madur dan Deno Dipastikan Ikut Mendaftar di PDI Perjuangan

Tiga Figur Non-Kader Parpol Siap Bertarung di Pilkada Manggarai

Bursa Pilkada Manggarai Semakin Ramai, Alo Selama Melamar di PDI Perjuangan

PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai membuka pendaftaran untuk bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Manggarai periode 2020-2025 hingga Sabtu esok, 21 September.

Namun, menurut Aven, masih ada kemungkinan juga bagi para kandidat untuk melamar langsung ke Dewan Pimpinan Pusat partai itu, di luar dari jadwal yang sudah ditetapkan PDIP Kabupaten Manggarai.

AKA/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.