Ilustrasi human trafficking

Floresa.co – Dua gadis remaja asal Jawa diduga kuat menjadi korban praktek perdagangan orang atau human trafficking.

Gadis yang berusia 13 dan 16 tahun itu dipaksa melayani pria dewasa di Ruteng, Kabupaten Manggarai, kendati menurut polisi, saat direkrut mereka diberitahu untuk menjadi pelayan restoran.

Floresa.co mendapat informasi terkait kasus yang melanda dua remaja itu dari Kasat Reskrim Polres Manggarai, Satria Wira Yudha, Jumat, 19 Juli 2019.

Ia menuturkan, dua remaja itu direkrut beberapa waktu lalu oleh YG, pemilik Kafe Sky Garden di Ruteng.

YG, kata Satria, mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan menjadi pelayan restoran.

Namun, setibanya di Ruteng, jelasnya, keduanya dipekerjakan di kafe, di mana mereka harus melayani tamu-tamu pria dewasa.

Kedua gadis itu, kata dia, kini telah diamankan polisi, setelah salah satu di antaranya, yang berusia 13 tahun berhasil melarikan diri dengan mobil travel ke Labuan Bajo pada Selasa malam, 16 Juli 2019, lalu melapor hal ini ke Polres Mabar.

Atas informasi dari Polres Mabar, Polres Manggarai kemudian mengamankan rekan dari gadis itu.

BACA JUGA: Gadis Remaja Asal Jawa ‘Dijebak’ untuk Layani Pria Dewasa di Ruteng

“Dari anak ini (yang lari ke Labuan Bajo) diketahui kalau mereka lari dari pub di Ruteng,” katanya.

Ia menjelaskan, polisi masih memproses kasus ini, di mana YG sudah diambil keterangan.

NJM/Floresa