BerandaPARIWISATAKapolres Mabar Gelar Sosialisasi...

Kapolres Mabar Gelar Sosialisasi Perekrutan LO Kejuaraan Tinju

Labuan Bajo, Floresa.co –  Pergelaran Tinju Internasional Piala Presiden RI ke-23 yang akan berlangsung di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 22-29 Juli mendatang memasuki tahap perekrutan Liaison Officer (LO).

LO adalah seseorang yang bertugas menghubungkan dua lembaga untuk berkomunikasi dan berkoordinasi mengenai kegiatan antarlembaga.

Salah satu tahapan sebelum perekrutan ialah sosialisasi yang digelar di Aula Kemala Polres Mabar pada Jumat, 14 Juni 2019. Perekrutan sendiri baru akan digelar pada Kamis, 20 Juni mendatang.

Pada saat sosialisasi, calon LO yang hadir terdiri dari berbagai latar belakang, ada guru, mahasiswa dan beberapa lainnya.

Selaku Ketua Panitia Pelaksana Tinju, Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardhono di hadapan puluhan peserta seleksi menegaskan, sebagai tuan rumah, petugas LO diminta untuk mampu bekerja sebagai duta pariwisata Mabar.

“LO adalah bagian penting dari kejuaraan ini. Karena itu, mereka diharapkan dapat membantu menjembatani berbagai pihak sekaligus menjadi duta pariwisata bagi para peserta delegasi tinju internasional,” katanya.

Karena ajang ini baru pertama kali digelar di Labuan Bajo, Julisa meminta kepada LO yang akan lolos tahapan seleksi untuk bekerja serius sehingga dapat memberikan citra positif untuk Labuan Bajo sebagai kota pariwisata.

Kegiatan yang berlangsung pukul 10: 30 Wita hingga siang itu dihadiri oleh puluhan calon LO dari berbagai latar belakang. Ada mahasiswa, guru dan sebagainya.

Pergelaran itu membutuhkan LO sebanyak 40 orang dengan rincian, 30 orang melekat pada delegasi peserta pertandingan, yakni, satu LO untuk satu negara ditambah 10 orang untuk hotel tempat peserta serta pengatur pertandingan.

Panitia juga menargetkan kegiatan ini berlangsung aman hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

“Kegiatan ini juga fokus pada perkenalan potensi pariwisata Pulau Flores di mata dunia sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding dengan petinju luar negeri serta pembinaan prestasi bagi petinju amatir Indonesia dan Nusa Tenggara Timur khususnya,” tutupnya.

LM/ARJ/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Rezim Penghancur di Bowosie

Persoalan Bowosie sebetulnya bukan saja soal konsep pariwisata yang pro-kapitalis, tetapi yang lebih parah ialah bagaimana agenda bisnis orang-orang kuat yang meng-capture kekuasaan. Ketakutan akan ada agenda diskriminasi terhadap hak-hak masyarakat lokal begitu kuat, karena di atas tanah leluhur masyarakat, negara “menggadaikan” hak-hak masyarakat untuk kepentingan korporasi.

Galeri: Aksi Warga Compang Longgo, Mabar Tuntut Pemerintah Perbaiki Bendungan Rusak

Floresa.co - Masyarakat Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,...

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Bantuan Rumah di Desa Perak, Cibal:  Staf Desa Jadi Penerima, Camat Protes

Ruteng, Floresa.co - Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di...

Kasus Korupsi Tanah Bandara Komodo Akan Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang

Floresa.co - Kejaksaan Negeri Manggarai Barat , Nusa Tenggara Timur...