Ayah korban (kiri) sedang mendengarkan penjelasan Kepala pelaksana BPBD Manggarai Libertus Habut (tengah) dan Kepala Pos Basarnas Labuanbajo Edi Suryono (kanan). (Foto: Floresa)

Floresa.co – Pencarian terhadap Joshua Ebok, bocah berusia 6,8 tahun asal kampung Purang, Desa Buar, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai terus berlanjut.

Memasuki hari ketiga, Kamis, 4 April 2019, proses pencarian dibantu oleh anggota Polres Manggarai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai, dan Badan Sar Nasional (Basarnas) Labuan Bajo.

Pencarian terbagi dalam dua kelompok. Kelompok warga setempat melakukan pencarian di sepanjang kali Wae Wicang. Kali tersebut merupakan aliran pembuangan air dari drainase, tempat pertama kali korban hilang.

Sedangkan kelompok Basarnas, polisi, dan BPBD melakukan pencarian pada titik terjauh. Titik terjauh yakni sepanjang sungai Wae Lega hingga Wae Rengkas, merupakan aliran lanjutan dari kali Wae Wicang.

Kelompok Basarnas dan BPBD yang menyisir sungai Wae Lega hingga Wae Rengkas sejak pagi terpaksa menghentikan pencarian pada pukul 13.00 karena cuaca buruk. Mereka akhirnya kembali ke posko yang tak jauh dari rumah korban dengan tangan hampa.

“Kondisi medan sebetulnya tidak menjadi kendala bagi kami. Cuma cuaca ini yang berat. Pencarian dari pagi itu berjalan baik. Tapi mulai sekitar jam satu siang, hujan mulai turun dengan deras sehingga pencarian dihentikan sementara,” ujar Koordinator Pos Basarnas Labuanbajo, Edi Suryono.

Sementara itu kelompok warga setempat terbagi dalam beberapa kelompok kecil. Mereka melakukan pencarian secara bergantian.

Warga Desa Buar menyusuri kali mencari seorang bocah yang diseret air saat hujan lebat Selasa sore, 2 April 2019. (Foto: Floresa)

Beberapa kelompok juga menyerah ketika hujan deras mengguyur wilayah itu. Sedangkan kelompok keluarga yang menyisir lokasi mulai pukul 12.00 Wita, masih berada di lokasi.

Kelompok tersebut terdiri dari sebelas orang yang dipimpin seorang pawang. Sebelum berangkat, mereka berdoa dan menggelar ritual adat. Pawang mempersembahkan sebutir telur ayam kampung di lokasi pertama kali korban menghilang.

Hingga Kamis sore, korban belum berhasil ditemukan. Sementara itu, kedua orangtuanya korban, Marselinus Ebok dan Kornelia Anarin, terus berharap agar anak mereka bisa ditemukan.

Pantauan Floresa.co, sejak pukul 13.00 Wita, hujan deras mengguyur wilayah itu. Derasnya hujan membuat volume air meningkat, termasuk pada drainase hingga kali tempat korban bermain dan menghilang.

NJM/Floresa