BerandaARTIKEL UTAMAKomunitas Sant'Egidio Labuan Bajo...

Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Mberata

Labuan Bajo, Floresa.co – Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo, Manggarai Barat kembali menyalurkan bantuan untuk korban bencana pada Minggu, 17 Maret 2019.  Kali ini, komunitas itu menyalurkan bantuan untuk seorang ibu rumah tangga di Mberata, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo.

“Dia seorang janda yang seturut kisahnya ditinggal pergi oleh suaminya setelah mengalami kasus KDRT,” kata Filipus Sudarlin, anggota Komunitas Sant’Egidio kepada Floresa.co, Senin pagi.

Filipus menjelaskan, banjir yang menerjang wilayah itu pada Kamis, 7 Maret lalu, membuat sawah serta dua ekor ternak milik ibu dua anak itu terbawa arus banjir.

Selain itu, kata Filipus, beras yang dipersiapkan untuk makanan sehari-harinya juga dipenuhi lumpur. Sementara, rumahnya mengalami kerusakan di mana atap dapur terbongkar.

“Padahal, semua itu adalah penyambung hidupnya,” kata Filipus.

Menurut Filipus, kondisi itu yang membuat dirinya dan kawan-kawannya dari Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo untuk menyalurkan bantuan itu kepada Memy.

Mereka pun berhasil mengumpulkan dana dari kantong pribadi serta dari kotak amal yang diedarkan setelah hari Minggu, 17 Maret 2019 di Gereja Paroki Roh Kudus dan Wae Kesambi Labuan Bajo.

“Ibu Memy mengucapkan terima kasih kepada Sant’Egidio dan umat Gereja Wae Kesambi dan Roh Kudus Labuan Bajo.”

“Bagi Komunitas Sant’Egidio, ibu Memy adalah salah satu korban yang terlupakan. Semoga ke depan untuk korban- korban lain yang terlupakan mendapat bantuan yang layak biar semua mendapat memadai,” jelas Filipus.

Sebelumnya, pada Minggu 10 Maret lalu, Komunitas yang baru berusia setahunan itu juga menyalurkan bantuan kepada korban longsor di Kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling.

ARJ/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

10 Pelukis asa NTT Gelar Pameran Lukisan di TIM

Jakarta, Floresa.co - 10 orang pelukis asal Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Rentetan Aksi Represif Aparat di Labuan Bajo: Warga di Kafe Diserang dan Dipukuli

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri. Dimulai dengan tembakan peringatan, aparat melakukan penyerangan dengan memukul warga serta merusakkan beberapa kursi di dalam kafe.

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Catatan Sosialisasi Kenaikan Tarif ke TN Komodo: Irman Firmansyah Ajak Berdebat Secara’Akademis’ dan Pelaku Wisata yang Kukuh Menolak  

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Irman Firmansyah memantik keributan dalam ruangan setelah mengajak siapapun untuk berdebat, dengan catatan lawannya tersebut ialah seorang akademisi. “Kalau ada yang mau berdebat akademik, saya ‘open’, tapi sesama akademisi. Kalau yang tidak juga nanti akan habis waktu,” ujarnya.

Konservasi vs Investasi

Oleh: GREGORIUS AFIOMA, Peneliti pada Sunspirit for Justice and Peace Pemerintah perlu...

Buntut Kenaikan Tarif ke TN Komodo, Pelayanan Jasa Wisata di Labuan Bajo akan Mogok Massal, Dimulai 1 Agustus 2022

“Kami dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dalam menyepakati komitmen pemberhentian semua pelayanan jasa pariwiata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2022,” demikian ditegaskan pelau wisata.