BerandaARTIKEL UTAMADiancam Dibunuh Karena Kritik...

Diancam Dibunuh Karena Kritik Pemerintah, Uskup di Filipina Tolak Bungkam

Floresa.co – Mgr Pablo Virgilio David, Uskup Kalookan di Filipina yang telah menerima ancaman pembunuhan karena mengkritik tindakan keras pemerintah dalam perang melawan narkotika menyatakan akan terus berbicara menentang hal itu.

Ia mengatakan meskipun ia mengkhawatirkan keselamatannya, ia “lebih takut dengan anak-anak dan orang miskin yang menjadi korban perang melawan narkoba ini,” demikian laporan Ucanews.com.

Ia mengatakan orang miskin telah menjadi kelompok paling “rentan” dalam perdagangan narkoba ilegal karena “keputusasaan dan kehilangan harapan.”

“Perang melawan obat terlarang” oleh pemerintah telah menjadi “tidak bermoral dan tidak bisa diterima akal,” kata wakil Ketua Konferensi Waligereja Filipina itu.

Kampanye ini akan lebih berhasil jika penegak menghormati ketentuan hukum yang menjamin penghormatan terhadap hak asasi manusia, tambahnya.

Di awal kepresidenannya pada tahun 2016, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte berjanji untuk mengakhiri perdagangan obat-obatan terlarang dalam waktu tiga hingga enam bulan masa pemerintahannya.

Setelah tiga tahun, kampanyenya melawan narkoba telah menewaskan hingga 20.000 orang yang diduga sebagai pengguna dan pedagang narkoba, demikian menurut kelompok hak asasi manusia.

Uskup David mengatakan dia akan terus bekerja dengan para pejabat setempat di wilayah keuskupannya untuk membantu rehabilitasi berbasis komunitas bagi para pecandu narkoba.

“Kami bukan anti-pemerintah, kami telah menemukan banyak orang baik di pemerintah daerah,” katanya.

Ia mengatakan, bahkan, relawan dalam kerja samanya dengan dewan anti-narkotika di pemerintah daerah telah menerima ancaman pembunuhan.

Minggu ini, kelompok-kelompok hak asasi memberi Uskup David “Penghargaan Hak Asasi Manusia Ka Pepe Diokno,” yang diambil dari nama mantan pembela hak asasi manusia Filipina, karena keberpihakan uskup itu pada hak-hak orang miskin.

Dalam sebuah pesan yang dibacakan selama upacara, uskup itu meminta maaf karena tidak hadir.

“Teman-teman yang bermaksud baik yang mengkhawatirkan keselamatan saya telah menyarankan saya untuk tidak menganggap enteng ancaman ini,” kata uskup.

Ia mengatakan dia tidak ingin ada “bahaya yang tidak perlu bagi kehidupan orang-orang yang akan menemani” dia ke acara tersebut.

Pada 25 Februari, Duterte memperingatkan agar tidak mengancam para pemimpin agama.

Namun, Uskup David mengatakan ancaman adalah “bagian dari bahaya” menjadi seorang imam dan uskup.

“Bersaksi tentang Injil, bersaksi tentang kebenaran, adalah sesuatu yang bisa mengorbankan hidup Anda,” katanya.

Ucanews.com/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.